Friday, December 28, 2007

summary tahun 2007

Sudah menjelang akhir tahun ini, jadi aku mau menyimpulkan tahun ini bagiku seperti tahun kemarin.

Yang pertama, aku mulai bekerja sebagai guru bahasa Indonesia.
Yang kedua, aku mendapat beberapa pekerjaan menerjemah bahasa Indonesia.

Ada lagi? …Tidak ada lagi. Dari pandangan segi karier, aku tidak begitu puas pada tahun ini. Karena, walaupun dapat pekerjaan sebagai guru bahasa Indoesia, pekerjaan penerjemahan hampir tidak ada. Dan juga, pekerjaan guru itu tidak cukup untuk menutupi biaya hidup. Jadi, aku harus cari pekerjaan yang lain. Tapi kalau aku bekerja lima hari penuh, waktu ada tawaran penerjemahan atau interpreter, aku tidak bisa nerimanya. Jadi, harus bikin hari kosong. Tapi tawarannya jarang ada...
Gimana ya... dilema banget kan?

Akhir-akhir ini, aku dan suamiku(Oh ya belum kabari ya. Aku baru menikah pada November. Ini yang hal paling penting pada tahun ini ya) sering berunding tentang masa depan. Aku tidak mungkin bisa menjadi ibu rumah tangga karena kondisi ekonomi kami tidak baik. Karena itu, aku selama beberapa bulan ini berpikir apakah aku saja masih boleh mengejar-kejar cita-cita sendiri?
Dan sejujurnya, aku sudah capek berjuang juga. Sejak balik ke Jepang, aku ikut sekolah macam-macam, belajar sendiri, dan melamar pekerjaan penerjemahan sering kali.
Tapi, hasilnya tidak begitu baik. Dan belum ada tanda yang menunjuk kondisinya membaik. hum...
Semoga tahun depan kondisi pekerjaanku membaik.
sory ya, ceritanya tidak menyenangkan.
Memang, kecuali pekerjaan, aku puas pada tahun ini.

Bagi teman-teman, tahun ini memuaskan?



Foto waktu acara pernikahan.
karena malu, punggung saja ya.

Tuesday, October 16, 2007

Selamat Idul Fitri

Sabtu kemarin, aku pergi ke Meguro(nama kota) untuk shalat Id sama teman orang Indonesia(tepatnya untuk menonton orang yang bershalat). Di sana, ada sekolah untuk orang Indonesia dan sekaligus jadi tempat Jumatan dan shalat Id.
Karena tahun ini Idul Fitri jatuh pada hari Sabtu, buaaanyak orang Indonesia berkumpul.
Aku duduk di pinggir dan memandang orang2 bershalat dan aku teringat lebaran di Indonesia.

Aku pernah mengalami bulan puasa dan lebaran di Indonesia dua kali selama di sana. Yang pertama, aku ikut berpuasa sebulan total dan menyambut lebaran di rumah nenek temanku di Desa Silau(dari Medan 5 jam dg mobil, dekat Tanjung Balai) dan Medan.

Yang kedua, aku berpuasa setengah bulan dan ikut mudik teman lain lagi dan menyambut lebaran di Bukit Tinggi dan Pekanbaru.

Waktu itu, ketika aku berpuasa, beberapa teman orang Korea mengatakan, "kok kenapa ikut puasa? Kamu bukan Muslim, kan? Puasa itu bukan permainan loh." Tapi, kalo teman orang Jepang mengatakan, "Wah kamu ikut puasa ya. Aku juga mau coba!"

Orang yang coba berpuasa itu semuanya orang Jepang. Ga ada orang asing yang negara lain. Itu fenomena yang menarik. Kenapa orang Jepang mau coba berpuasa dan orang asing yang lain tidak?

Menurutku, ini perdedaan pandangan terhadap agama. Kebanyakan orang Jepang tidak beragama tertentu dengan serius, jadi, bisa coba-coba beragama lain. Dan kalo aku pingin tahu kebudayaan orang Idnoesia melalui berpuasa. Karena kebudayaan dan agama di Indonesia tidak bisa terpisah. Kebudayaan pasti terpengaruh oleh agama. Dan aku pingin tahu juga perasaan orang Muslim berpuasa. Memang aku tidak bantah bahwa aku berpuasah bukan hanya untuk mengetahui kebudayaan tapi juga untuk menikmati suasana ramadhan sama teman2 sekosan orang Indonesia. Iya, jujurnya, waktu aku berpuasa aku senang walaupun susah, karena aku terasa bersamaan sama teman2ku. Setiap pagi bangun Jam 3 bersama dan makan sahur dan berbuka puasa bersama sambil nonton sinetron "Hikmah".
Aku terasa kami maju ke tujuan sama dengan semangat dan dengan rasa solidaritas.

Tapi, kalo ada orang yang merasa seperti orang Korea di atas, aku sebaiknya tidak boleh ikut puasa karena memang puasa bukan game, tapi ibadah. Waktu aku berpuasa, aku tidak nerima pendapat negatif dari orang Indonesia, tapi sebenarnya merasa aneh ya?

Sesudah balik ke Jepang, aku tidak pernah ikut berpuasa. Di Jepnag tidak ada suasana bulan puasa sama sekali dan kalau begitu, tidak ada arti untuk orang non-Muslim ikut berpuasa.

Thursday, September 27, 2007

Apa Sebenarnya Agama buat Orang Jepang?

Pada hari Minggu yang dua minggu yang lalu, aku ikut "Hoji" sama ibuku dan familiku. Hoji itu bahasa Jepang, artinya seperi kenduri arwah. Oomku meninggal dunia enam tahun yang lalu. Kali ini kenduri arwah ke-7 yang diadakan di tempat pemakaman oomku.

kalo oomku beragama Buddha. Jadi Hojinya berlansung secara agama Buddha.
Di depan makam oom, pendeta Buddha membaca "okyo"(kitab suci agama Buddha). Selama dia membacanya, kita berziarah di makam oom satu per satu.
Di belakangnya, ada rombongan lain juga. Mereka juga lagi mendengarkan okyonya dan berziarah.

Tetapi, anehnya, okyo itu aku tidak pernah dengar dan baju pendeta juga agak berbeda dengan pendeta Buddha... Ternyata, pendeta itu bukan pendeta Buddha, tapi pendeta Shinto!
Aku untuk pertama kalinya melihat "hoji" secara Shinto dan baru ingat upacara orang meninggal secara Shinto pun tidak pernah ikut.

Kalo orang Indonesia, sebagian besar pikir orang Jepang itu beragama Shinto. Aku juga sering ditanya agamaku Shinto tidak. Waktu itu, aku selalu bingun. Sebab, keluargaku beragama Buddha, jadi kalo aku juga lansung jadi orang Buddha tapi, tidak begitu rajin. Seperti orang Buddha KTP ya kalo disebut secara Indonesia..

Dan juga, Shito itu sudah menjadi kebiasaan atau acara tahunan atau ritual-ritual pada saat tertuntu dalam hidup bagiku dan Banyak orang Jepang pun merasa seperti itu. Jadi, menurutku, Shinto bukan agama. tapi, menurut orang asing, aku beragama shito juga? Jadi,waktu jawab, agak susah.

Memang ada juga orang Jepang beragama Shinto benaran, seperti orang-orang yang aku lihat waktu Hoji.

Dan aku pikir hal yang berikutnya(Selama pendetanya menbaca, aku pikir-pikir hal yang lain turus).

kalo orang Jepang mau menikah, kebanyakan memilih acara nikah yang secara Kristen atau Shinto dan lain2. Tidak mungkin memilih acara yang secara Buddha.(iyaa ada sih, teman saya menikah secara Buddha, tapi itu karena suaminya anak kuil Buddha dan sudah jadi pendeta Buddha..)

Lucu ya. Orang yang mengadakan acara nikah di gereja atau kapel itu tidak semua orang Kristen. Mungkin karena mereka mau pakai gaun pengantin. Kan,jarang ada kesempatan pake gaun dalam hidup. Menurut seatu data, acara nikah secara Kristen 65% dari semua acara nikah di Jepang.

kalo orang yang mau menikah secara Shinto itu alasannya apa ya??
Katanya, kaisar Taisyo(kakeknya kaisar sekarang) menikah di Kuil secara Shinto untuk pertama kalinya di Jepang pada tahun 1900. Setelah itu, acara nikah secara itu jadi populer di Jepang. Dan menurut data yang sama, acara nikah secara Shinto itu 16%. Loh dikit ya..

Dan ada juga acara nikah di depan orang. Maksudnya pengantin bersumpah nikah di depan keluarga, famili dan orang2 yang diundang. Kelebihan cara ini bisa hapus warnanya keagama-agamaan. Acara nikah ini 16%, menurut data yang sama.

kalau berhitung presetase semua cara menikah di atas, 97% lah.
Jadi, Pokoknya, orang yang beragama Buddha pun memilih secara non-Buddha,
Tapi, waktu meninggal, rupanya, mau milih cara Buddha, bukan cara Shinto, dan juga cara Kristen gitu.

Adu, panjang sekali ya kalimatnya, sebenarnya aku ga berminat untuk analisa kayak gini, cuma mau bilang orang Jepang memilih2 agama tergantung acara/ritual gitu.

Bisa mengerti ga ya perasaan orang Jepang kayak gini dari pandangan orang Indonesia?

Tuesday, September 11, 2007

Cutiku Akan Berakhir

Beberapa hari nanti, majikanku akan kembali ke Jepang dari Indonesia. Aku dikasih cuti sejak akhir bulan Juli dan sebentar lagi cutiku berakhir.
Untuk menyambut mereka, aku akan bersih2in rumahnya karena hampir dua bulan rumahnya kosong sehingga laitainya berdebu-debu. apalagi musim panas tahun ini panas banget dibanding musim panas biasanya, udara dalam rumah juga agak lembab walaupun kadang-kadang aku buka jendelanya.

Majikanku betul-betul beruntung(memang namanya...). pasti lebih enak ada di Indonesia daripada ada di Jepang yang panasnya bukan main.

Tapi,Sudah masuk musim gugur. Jadi, tidak usah khawatir. Tidak begitu panas(tapi belum juga sejuk...), tidak perlu pake AC.

Aku nunggu pulangya mereka. Hati-hati di jalan ke Jepang.


* jangan sangka betul aku pembantu sekeluarga orang Indonesia...
Ini canda loh, kalo ga bisa mengerti, coba baca catatan harianku 11 April 2006.

Friday, September 07, 2007

Badai Telah Berlalu

Kemarin, Taifu(Badai,topan:lebih cocok yang mana ya?) menyerang Kanto(daerah Tokyo dan sekitarnya). Anginnya kencang sekali dan hujannya sangat deras.

Karena untungnya tidak ada acara pergi, aku seharian ada di rumah. Berita TV menyiarkan secara lansugng tempat-tempat dilanda topan. Ada tempat sungai melimpah sehingga terjadi banjir dan ada tempat pohon-pohon dan tiang listrik tumbang sehingga terjadi mati lampu, dan banyak kereta tidak berjalan. Ketika topan sapmai di sekitar Tokyo, waktunya bersamaan dengan waktu yang orang kantoran pulang ke rumah, sehingga banyak orang mengalami kesulitan untuk tiba di rumah.

Beberapa tahun yang lalu, daerahku pun mengalami banjir dahsyat, padahal di sekitarnya tidak ada sungai. Katanya, waktu itu tinggi airnya sampai 100cm lebih, seperti banjir di Jakarta pada Februari. Pada saat itu, aku belum pindah ke situ(kalau tidak salah, aku masih ada di Indonesia), jadi tidak mengalaminya. Karena sudah tahu banjir itu, aku sedikit khawatir apakah banjir akan terjadi lagi.

Ternyata, Daerahku tidak begitu terkena topan, hanya angin kencang dan hujan sedekit.

Hari ini, anginnya masih agak kencang, tetapi sudah cerah.

*hari ini aku coba nulis dalam bahasa Indonessia yang baik dan benar...
kalo selalu pake bahasa percakapan(dan bahasa gaul), takut lupa bahasa Indonesia yang baik dan benar hehehehe.
Tapi tata bahasanya sudah agak aneh? (bukan "sudah", tapi "masih" ya sebenarnya..)

Wednesday, September 05, 2007

Musim Panas yang Betul-Betul Panas

Aduh sudah dua bulan lewat sejak aku tidak positng...
(Aku selalu ngomong yang kayak gini ya... soalnya, aku pemalas, ga bisa berkonsentrasi lama-lama.)

Kayaknya, di Jepang sudah masuk musim gugur, mulai sejuk. Musim panas tahun ini panas banget, betul-betul panaaaas. Setiap hari suhunya lebih 35 derajat celsius. Di beberapa daerah,suhunya sampai 40 drajat selsius,,,, gila, di sini India apa?
Ada juga lumayan banyak orang meninggal karena sakit panas.

Gara-gara itu, setiap malam, aku pake AC waktu tidur. Dulu aku tidak pernah pake AC walopun AC-nya terpasang di rumah, karena bisa tahan dan untuk hemat dan untuk lingkungan. Dan selama ada di Indonesia pun, aku tidak pernah punya AC di kos.

Tetapi, pada musim panas tahun ini, aku tidak bisa tahan!

Berkat AC, aku bisa tidur nyenak.

Tapi,takut datangnya surat tagihan listrik.

Wednesday, July 04, 2007

Terasa Suasana Bali

Dua minggu yang lalu, aku pergi ke suatu acara, yaitu Bali Show yang diselenggarakan di Yokohama.
Di sana ada macam-macam acara seperti pentas tari Bali dan gameran serta buka banyak gerai bersangkut Bali.


Salah satu kelompok pecinta tarian Bali. Pemainnya semua orang Jepang.

Di sana, aku dapat bantal guling. Setelah kembali ke Japang, aku kadang-kadang cari guling, tapi jarang ada dan walopun ada, harganya mahal.
Tetapi, akhirnya aku dapet! Harganya murah lagi, cuman 1,000yen. Kalo rupiah, sekarang berapa ya? sekitar Rp.75.000 kali. Menurut orang Indonesia, untuk guling, harga itu mahal ga? Aku ga pernah beli guling, jadi kurang tahu harganya di Indonesia.



Habis beli guling dan pas mau pulang, aku ketemu sama teman orang Indonesia.
Kata dia, "Oh beli bantal Bali, ya!"
Kok ada bantal guling khas Bali? Aku baru tau.
Asal bantal guling, apa aja boleh. Sekarang aku enak tidur setiap malam.
Pacarku juga kayaknya nyesal deh karena dia ngga jadi beli.

Tuesday, June 19, 2007

Tempat hobiku

Baru-baru ini aku sering membaca buku. Tempat membacanya dalam kereta.
Waktu masuk kantor, aku naik kereta 30menit, jadi selama itulah jadi waktu untuk membaca. kalo bolak-balik 1 jam. Lumayan kan hampir setiap hari aku dapat waktu untuk membaca.
Bukunya kadang-kadang novel bahasa Jepang dan Kadang-kadang bahasa Indonesia. Sekarang lebih banyak bahasa Indonesia.

Sejak mulai baca di dalam kereta, aku udah baca

Cinta Brontosaurus(raditya dika)
FILOSOFI KOPI(DEE)
Rindu Ladang Padang Ilalang(M.Fudoli Zaini)
Cantik-cantik, kok Budek!(Chris Oetoyo)
Gege Mengejar Cinta(Adhitya Mulya)
BiRu(Fira Basuki) --ini baru selesai dibaca.

Semuanya menarik sekali kecuali "cantik-cantik, kok budek!" Walaupun buku itu tidak begitu menarik, aku bisa belajar juga, yaitu bahasa gaul, hahahaha.
kalo buku raditya dika, kalo aku lebih suka buku yang sebelumnya,"kambingJantan".
Tapi buku baru juga lucu. Aku pernah tertawa sendiri membaca bukunya di dalam kereta. pasti penumpang lain kirain aku orang aneh...


Kalo ada buku yang menarik, Teman-teman tolong kasih tahu ya! Boleh bahasa Indonesia, boleh bahasa Jepang juga.

Di kereta Jepang, banyak banget loh penumpang yang melakukan sesuatu. biasanya baca buku, baca majalah komik, baca koran, main HP(kebanyakan kirim e-mail), main game, dan mendengarkan musik. Yang lain biasanya tidur.

Mungkin kehidupan mereka selalu sibuk kali. Termasuk aku, mereka mau pakai waktunya lebih efisien.
Kadang ada juga penumpang yang buka laptop dan bekerja di dalam kereta penuh sesak.
Rajinnya dan kasihan juga yaa...
Buatku dalam kereta itu sekarang ruang hobi nih.

Wednesday, June 06, 2007

Bunga-bunga bermekar

Kemarin Sabtu, aku jalan-jalan ke taman yang dekat dari rumahku.

Di sana berbunga-bunga macam-macam.

Ini bunga Ajisai(kembang bokor). Biasanya bunga itu bermekar pada musim hujan, yaitu bulan Juni.
Ada teman yang lahir di bulan Juni. Katanya, kalo terdapat bunga ajisai di sana sini, dia senang karena bulan dia(maksudnya hari ulang tahun dia) akan datang.



Di taman yang sama, terdapat juga bunga shirotsumegusa (semanggi).
Aku kangen banget sama bunga ini. Masa SD, kalo datang bulan Mei, banyak bunga semanggi bermekar. jadi, aku dan teman2 sering ke sana dan bikin kalung bunganya dan nyari-nyari semanggi berdaun empat. Waktu itu, kalo ngga salah, aku dapat semanggi berdaun empat. Aku bawa pulangnya dan bikin Oshibana(bunga atau daun yang dipecakkan dan dikeringkan) biar tahan lama. Tapi, sekarang aku lupa disimpan di mana.

Wednesday, May 23, 2007

Bahasaku Kacau

Sudah setahun setengah sejak aku kembali ke Jepang dari Indonesia. Gara-gara itu, bahasa Indonesiaku semakin lama semakin kaco. masalahnya, banyak kosakata yang bisa kupake di sana sudah lupa.

Pada suatu hari, aku ngomong sama orang Indonesia tentang perbedaan wisuda universitas antara Indonesia dan Jepang.

aku: Kalo wisuda di Indonesia, kan, ada penghargaan kepada wisudawan terbaik.
tapi kalo jepang, biasanya wisudawan dapat jenazah aja.

Teman: Seram! Nggak mau. Berat lagi.

aku: ??

Teman: Mayu, bukan jenazah, IJAZAH!

aku: Ohh, itu itu, ijazah.

Iyaa malu deh. Tapi sering terjadi percakapan2 kayak gini.
Kalo ada kosakata yang ingatannya sudah kurang tepat, aku coba pake.
50%lah, aku salah... kesalahannya selalu kayak gitu, bunyinya aja mirip.

Gimana ya, aku? aku sudah guru bahasa Indonesia dari April. Tapi,,,
kemarin juga, aku mau nulis kata "anjing" di papan tulis, tapi tiba-tiba lupa, perlu ga ya "g" di belakang?
Aku tanya murid yang ada paling dekat aku dengan suara kecil.

Lama-lama kepercayaan sebage guru dari murid akan hilang kali.

Aku pernah dengar cerita lucu dari teman Jepang.

Katanya, dia mau beli es kelapa di kaki lima.
Terus, dia bilang " Minta es kepala satu!"
Tukangnya bingung.
"kok, ga ngerti kata2ku" dia pikir.
"Es kepala, pak!" dia ulang lagi dengan jelas.
Tukangnya baru sadar.
"Es kelapa ya, Mbak?"

Seram lagi yaa, kalo bapak kasih es kepala. Ini cerita horor apa?

Saturday, May 19, 2007

Bertunas

Pada awal Mei, aku nanam biji bunga.

Pada tanggal 15 Mei, aku menemukan tunas keciiiil banget. Hore~~~ bertunas.



Tiga hari kemudian, tunasnya tambah banyak!


Monday, January 01, 2007

Selamat Tahun Baru!

Akemashite Omedeto Gozaimasu!
Aku baru makan osechi(masaKan istimewa tahun baru:foto).
Yang bikinnya bukan aku,tapi Ibuku.
Ibu itu lg mendaki gunung salju sama teman2.Hebat ya.

Semoga teman2 semua dapat banyak rezeki tahun ini!!