Thursday, September 27, 2007

Apa Sebenarnya Agama buat Orang Jepang?

Pada hari Minggu yang dua minggu yang lalu, aku ikut "Hoji" sama ibuku dan familiku. Hoji itu bahasa Jepang, artinya seperi kenduri arwah. Oomku meninggal dunia enam tahun yang lalu. Kali ini kenduri arwah ke-7 yang diadakan di tempat pemakaman oomku.

kalo oomku beragama Buddha. Jadi Hojinya berlansung secara agama Buddha.
Di depan makam oom, pendeta Buddha membaca "okyo"(kitab suci agama Buddha). Selama dia membacanya, kita berziarah di makam oom satu per satu.
Di belakangnya, ada rombongan lain juga. Mereka juga lagi mendengarkan okyonya dan berziarah.

Tetapi, anehnya, okyo itu aku tidak pernah dengar dan baju pendeta juga agak berbeda dengan pendeta Buddha... Ternyata, pendeta itu bukan pendeta Buddha, tapi pendeta Shinto!
Aku untuk pertama kalinya melihat "hoji" secara Shinto dan baru ingat upacara orang meninggal secara Shinto pun tidak pernah ikut.

Kalo orang Indonesia, sebagian besar pikir orang Jepang itu beragama Shinto. Aku juga sering ditanya agamaku Shinto tidak. Waktu itu, aku selalu bingun. Sebab, keluargaku beragama Buddha, jadi kalo aku juga lansung jadi orang Buddha tapi, tidak begitu rajin. Seperti orang Buddha KTP ya kalo disebut secara Indonesia..

Dan juga, Shito itu sudah menjadi kebiasaan atau acara tahunan atau ritual-ritual pada saat tertuntu dalam hidup bagiku dan Banyak orang Jepang pun merasa seperti itu. Jadi, menurutku, Shinto bukan agama. tapi, menurut orang asing, aku beragama shito juga? Jadi,waktu jawab, agak susah.

Memang ada juga orang Jepang beragama Shinto benaran, seperti orang-orang yang aku lihat waktu Hoji.

Dan aku pikir hal yang berikutnya(Selama pendetanya menbaca, aku pikir-pikir hal yang lain turus).

kalo orang Jepang mau menikah, kebanyakan memilih acara nikah yang secara Kristen atau Shinto dan lain2. Tidak mungkin memilih acara yang secara Buddha.(iyaa ada sih, teman saya menikah secara Buddha, tapi itu karena suaminya anak kuil Buddha dan sudah jadi pendeta Buddha..)

Lucu ya. Orang yang mengadakan acara nikah di gereja atau kapel itu tidak semua orang Kristen. Mungkin karena mereka mau pakai gaun pengantin. Kan,jarang ada kesempatan pake gaun dalam hidup. Menurut seatu data, acara nikah secara Kristen 65% dari semua acara nikah di Jepang.

kalo orang yang mau menikah secara Shinto itu alasannya apa ya??
Katanya, kaisar Taisyo(kakeknya kaisar sekarang) menikah di Kuil secara Shinto untuk pertama kalinya di Jepang pada tahun 1900. Setelah itu, acara nikah secara itu jadi populer di Jepang. Dan menurut data yang sama, acara nikah secara Shinto itu 16%. Loh dikit ya..

Dan ada juga acara nikah di depan orang. Maksudnya pengantin bersumpah nikah di depan keluarga, famili dan orang2 yang diundang. Kelebihan cara ini bisa hapus warnanya keagama-agamaan. Acara nikah ini 16%, menurut data yang sama.

kalau berhitung presetase semua cara menikah di atas, 97% lah.
Jadi, Pokoknya, orang yang beragama Buddha pun memilih secara non-Buddha,
Tapi, waktu meninggal, rupanya, mau milih cara Buddha, bukan cara Shinto, dan juga cara Kristen gitu.

Adu, panjang sekali ya kalimatnya, sebenarnya aku ga berminat untuk analisa kayak gini, cuma mau bilang orang Jepang memilih2 agama tergantung acara/ritual gitu.

Bisa mengerti ga ya perasaan orang Jepang kayak gini dari pandangan orang Indonesia?

12 comments:

sachroel said...

bisa dimengerti kok he...he...

カティエ said...

わかるんですよ! ooh ternyata begitu yah ~ hehe aku jadi lebih ngerti sensei! klo di indonesia itu emang terkenalnya orang jepang itu shinto gitu, jadi shinto itu juga kayak budaya sehari-hari juga yah?

aku juga kadang kepikiran pengen pake wedding dress tapi pasti gak akan kesampaian, hahahaha :P kalo pernikahan shinto itu baju ceweknya pake kimono putih gitu yah sensei?

"日本語うまくなったね~。漢字もちゃんと使えてる。Hebat hebat!!
Iyah lagi bulan puasa ya..
レバランまでがんばってね。"

ありがとうございます~ うれしいよ。 でも漢字を覚えるのはとっても難しいですよ
ね~ いっぱいあるんだもん。 今日は断食の17日目です *waa kalimat yang ini mungkin salah&、がんばります!

Wenda said...

sebenernya apa beda shinto dan budha ya?

mamanya Rui said...

Halo. Salam kenal. Bhs Indonesia Mayu san fasih sekali, takjub deh.

mayu said...

>sachroel
oh~ bisa mengerti ya. Sku senang.

>カティエ
Sudah datang Idul Fitri nih. Selamat ya. kalo katie lebaran di mana?

>wenda
Beda banget loh! ga bisa jelasin.
Itu pertanayaan kayak " apa bedanya Kristen dan Islam?" Tuhannya, ajarannya, tempat ibadahnya semuanya beda. apalagi aku ga begitu tahu tentang agama dua-duanya,, jadi susah lagi.

>Mbak mamanya rui
Salam kenal juga.
Terima kasih juga atas pujian samaku. Mbak Mamanya rui juga tinggal di Jepnag ya?

james said...

Asalamualaikum
Mayu berapa usianya?
saya pernah membaca artikel tentang ketuhanan dan harusadanya Tuhan

mayu said...
This comment has been removed by the author.
mayu said...

>James
terima kasih datang blogku.
Kok tiba2 nanya umurku? kalo mau tahu, silakan liat profileku ya.

BLOG TRI WALUYO said...

hallo mayu-san........
o gitu ya apakah orang jepang juga percaya nanti akan ada kiamat ya........

mayu said...

>Pak Tri Waluyo,

Menurutku, kebanyakan orang Jepang tidak percaya kiamat.
Dulu, menjelang tahun 1999, Ramalan Nostradamus jadi topik hangat di Jepang. tapi sekarang tidak ada tpok2 kayak gitu.

Anonymous said...

salam kenal saya dwi.
Sangat bisa di mengerti, keluarga saya ada 5 orang, tapi yang benar-benar islam cuma ibu. yang lain bisa di bilang islam KTP :D
seingat saya, saya belum pernah puasa sebulan penuh :D hihi

Linda Aria said...

halo Mayu san....senang sekali bisa baca blognya...keren! 私も日本語ペラペラになりたいな~

Topik nya agama ya...cukup berat! tapi, saya jadi ingin mempelajari agama lain selain Islam sebagai perbandingan...^_^