Tuesday, October 16, 2007

Selamat Idul Fitri

Sabtu kemarin, aku pergi ke Meguro(nama kota) untuk shalat Id sama teman orang Indonesia(tepatnya untuk menonton orang yang bershalat). Di sana, ada sekolah untuk orang Indonesia dan sekaligus jadi tempat Jumatan dan shalat Id.
Karena tahun ini Idul Fitri jatuh pada hari Sabtu, buaaanyak orang Indonesia berkumpul.
Aku duduk di pinggir dan memandang orang2 bershalat dan aku teringat lebaran di Indonesia.

Aku pernah mengalami bulan puasa dan lebaran di Indonesia dua kali selama di sana. Yang pertama, aku ikut berpuasa sebulan total dan menyambut lebaran di rumah nenek temanku di Desa Silau(dari Medan 5 jam dg mobil, dekat Tanjung Balai) dan Medan.

Yang kedua, aku berpuasa setengah bulan dan ikut mudik teman lain lagi dan menyambut lebaran di Bukit Tinggi dan Pekanbaru.

Waktu itu, ketika aku berpuasa, beberapa teman orang Korea mengatakan, "kok kenapa ikut puasa? Kamu bukan Muslim, kan? Puasa itu bukan permainan loh." Tapi, kalo teman orang Jepang mengatakan, "Wah kamu ikut puasa ya. Aku juga mau coba!"

Orang yang coba berpuasa itu semuanya orang Jepang. Ga ada orang asing yang negara lain. Itu fenomena yang menarik. Kenapa orang Jepang mau coba berpuasa dan orang asing yang lain tidak?

Menurutku, ini perdedaan pandangan terhadap agama. Kebanyakan orang Jepang tidak beragama tertentu dengan serius, jadi, bisa coba-coba beragama lain. Dan kalo aku pingin tahu kebudayaan orang Idnoesia melalui berpuasa. Karena kebudayaan dan agama di Indonesia tidak bisa terpisah. Kebudayaan pasti terpengaruh oleh agama. Dan aku pingin tahu juga perasaan orang Muslim berpuasa. Memang aku tidak bantah bahwa aku berpuasah bukan hanya untuk mengetahui kebudayaan tapi juga untuk menikmati suasana ramadhan sama teman2 sekosan orang Indonesia. Iya, jujurnya, waktu aku berpuasa aku senang walaupun susah, karena aku terasa bersamaan sama teman2ku. Setiap pagi bangun Jam 3 bersama dan makan sahur dan berbuka puasa bersama sambil nonton sinetron "Hikmah".
Aku terasa kami maju ke tujuan sama dengan semangat dan dengan rasa solidaritas.

Tapi, kalo ada orang yang merasa seperti orang Korea di atas, aku sebaiknya tidak boleh ikut puasa karena memang puasa bukan game, tapi ibadah. Waktu aku berpuasa, aku tidak nerima pendapat negatif dari orang Indonesia, tapi sebenarnya merasa aneh ya?

Sesudah balik ke Jepang, aku tidak pernah ikut berpuasa. Di Jepnag tidak ada suasana bulan puasa sama sekali dan kalau begitu, tidak ada arti untuk orang non-Muslim ikut berpuasa.