Thursday, December 11, 2008

Kabar Baru-Baru Ini

1. Aku dan suamiku mendaftar lagi lomba maraton. Lomba kali ini diadakan di Miura, Kanagawa pada awal Maret tahun depan. Jaraknya...Half Marathon!(kira-kira 21 km). kami mau latihannya, tapi hawanya udah cukup dingin, jadi, aku malas keluar....sekarang cuma sekali seminggu doang aku joging.

2. Kabar sedih: Bellmare, tim bola kami dukung ternyata tidak jadi naik J1 tahun ini.
Baru-baru ini Bellmare tidak bisa menang, akhirnya jadi nomor 5. aduh...

3. Akhir Desember, kami jadi ke Indonesia!!! Sudah tiga tahun nih habis balik dari Indonesia. Jakarta dan Depok katanya berubah banget. Kalau Bali, humm mungkin tidak begitu ya.
dan ada berita yang mengagetkanku. Losmen tempat selalu aku menginap di Bali ternaya terbakar total pada tahun 2006. Aku menginap di sana awal tahun 2006 terakhir kali. Dan baru kali ini aku cari infonya losmen itu lewat internet dan dapat berita kebakaran itu... Kayaknya Losmen itu sudah bangun kembali, tapi ownernya udah diganti(ownernya jadi orang asing!)... Keluarga pemilik lamanya sekarang di mana ya? dan staf2 yang kukenal 10 tahun lebih juga sekarang gimana? Aku ga berani menelepon ke Losmen itu(kalo orangnya semua ga kukenal ngomong apa nih), jadi aku langsung ke sana aja waktu ke Bali.

Tuesday, November 18, 2008

Ikut Lomba Maraton

Pada hari Minggu kemarin, aku ikut "Shonan Kokusai Marason(Maraton Internasional Shonan" di Kanagawa. Aku ikut lomba 10 kilometer.

Akhir-akhir ini, aku suka lari-lari di keliling taman atau pantai. Itu semuanya untuk maraton itu.
Awalnya, suamiku mengajakku ikut lomba bersama, karena suami juga diajak ikut lomba dari teman sekantor. Aku awalnya bingung.
Sebenarnya aku pernah ikut klub atletik dari SMU sampai S-2. Tetapi aku pemain lompat jangkit dan lompat jauh dll, pokonya aku pemain cabang olahraga lompat-lompat saja dan aku benci lari-lari(panjang dan pendek dua2nya).

Tetapi, akhirnya aku memutuskan ikut lombanya. Sudah lama aku tidak berolahraga sama sekali, tetapi selalu khawatir kekurangan olahraga. Jadi, untuk menjaga kesehatanku, aku coba lari, apalagi kalau ada target, pasti berolahraga lebih rajin dan semangat. Aku pikir begitu.

Pendaftaran lombanya pada Mei(kalau tidak salah). Setelah itu, aku latihan dua atau tiga kali seminggu.

Dan akhirnya, pada hari Minggu kemarin, hari-H datang.
Aku lari dengan semangat. Rekornya 61menit 28detik (dengan jam tanganku). Targetku di bawah 65menit, jadi tercapailah targetnya!


Ini kaos hadiah peserta

kami sedang berunding bagemana mau coba half maraton(21km) tahun depan, atau setengah tahun lagi. Ternyata lari itu menyenangkan loh, teman-teman!

Saturday, November 15, 2008

[info]konsultasi gratis oleh tenaga ahli untuk warga asing

Silakan Kasih tahu kepada Teman-teman orang Indonesia, dan tentu kepada orang asing siapa saja.
Kali ini konsultasinya diadakan pada Malam,hari Jumat.

Konsultasi Gratis oleh Tenaga Ahli untuk Warga Asing
がいこくじんのための むりょう せんもんか そうだんかい
(Gaikokujin no tameno muryo senmonka sodankai)

Anda dapat berkonsultasi mengenai masalah hukum seperti visa, kawin dan cerai, asuransi kesehatan(kenko hoken) dan pensiunan(nenkin), pendidikan, masalah perburuhan, masalah hati, dll. Rahasia Terjamin, Tak Perlu Janji, GRATIS!

Tenaga ahli terdiri dari pengacara, notaris, konsultan buruh, konsultan asuransi sosial, psikolog, dll.

Tersedia penerjemah untuk bhs Indonesia, bhs Inggris, bhs Cina, bhs Spanyol dll.

Tanggal/Pukul : Jumat, 5 December Pukul 19.00-21.00

Tempat : Swing Building Lt.10, satu menit jalan kaki dari pintu utara Stasiun Musashisakai, lin Chuo JR.

Kalau Anda ingin tahu lebih dalam mengenai konsultasi ini, tolong hubungi di 0422-36-4511, Musashinoshi Kokusai Koryu Kyokai(武蔵野市国際交流協会:MIA)

MIA:Swing Building Lt.9
2-14-1 Sakai, Musashino-shi, Tokyo
TEL: 0422-36-4511 FAX: 0422-36-4513
Buka:Selasa-Sabtu 9:00-17:00(Tutup: Minggu, Senin, Hari libur)

Monday, November 03, 2008

Bioskop kesayanganku

Aku pergi nonton film di bioskop kemarin minggu. Sudah lama aku tidak nonton di bioskop. Kalau tidak salah, sesudah nonton di bioskop terakhir kali, sudah lewat hampir dua tahun.
Kali ini aku nonton di sebuah bioskop di Yokohama. Aku nonton dua film Taiwan, yaitu 非情城市(A city of sadness) dan ミレニアムマンボ(Millennium Mambo). Dua2nya film lama, jadi, aku bisa nonton dua film dengan tarif 1500yen. Kedua film itu dibuat sutradara sama, dan meraih penghargaan2 dari beberapa film festival di dunia. Jadi, aku lama pingin nontonnya, tapi karena malas nyewa DVD dan kurang suka nonton film di TV, sudah lama tidak sempat nontonnya.

Tetapi kebetulan aku dapat infonya bioskop ini dan program film Taiwan, aku jadi nonton kedua film.

Waktu nunggu mulai film, aku baru ingat, dulu aku sering ke bioskop. Ketika tinggal di Kanazawa, aku nonton film 2 atau 3 kali sebulan, atau kalau sering, sekali seminggu ke bioskop. Di kanazawa, ada bioskop kesayanganku. film2 ditayangkan di sana sangat cocok seleraku. Filmnya tidak begitu terkenal, tapi dapat nilai tinggi dari film festival Berlin, Cannes dll. Aku suka nonton film Asia dan Eropa di sana.
Sayangnya tidak pernah ada film Indonesia...
Dan yang senangnya tarifnya murah lagi, hanya 1000yen(kalau jadi anggota).
 cine-monde(bhs Jepang)

Dan waktu di Indonesia pun, aku sering ke bioskop, bioskop kesayanganku bioskop 21 di Plaza Depok(habis paling dekat dari kosku. Dan belum ada DETOS dan Margo City).
 CINEMA21

Sesudah kembali ke Jepang dan waktu pindah rumah ke Tokyo pun, aku cari daerah di mana aku bisa ke bioskop dengan jalan kaki dari rumah. Dan akhirnya aku tinggal di daerah begitu. Daerah itu terdapat tiga bioskop, duanya bioskop biasa yang kayak suka tayangkan film hollywood dan satunya bioskop kayak cine-mondo(biasanya orang Jepang suka menyebut bioskop sejenis "mini theater". Tetapi ternyata, bioskop itu tidak begitu bagus bagi saya. Pilihan filmnya tidak begitu cocok samaku. Jadi, aku cuma sekali doang ke sana selama 2tahun setengah di sana.

Dan seperti sudah kubilang, kebetulan aku baru kenal bioskop di Yokohama. program2nya bagus sekali, pas keinginanku. Dan senangnya kalau nonton 5 kali, kali berikutnya jadi gratis. Aku langsung jadi fannya bioskop itu.
 シネマ ジャック&ベティ(bhs Jepang)

Kayaknya aku bakal kembali lagi kehidupan penuh film.

Thursday, September 18, 2008

Kami dukung lagi bellmare

Pada Minggu kemarin(tgl 14 September), kami nonton pertandingan bola Shonan Bellmare lawan FC Yokohama.
Karena kami pindah rumah, akses ke lapangan bola jadi gampang dan cepat, ongkos juga jadi murah. (Bellmare adalah salah satu alasan pindah rumah ke daerah ini)

Tim Bellmare tahun ini kuat. Sekarang, Bellmare rangkingnya nomor 3 dalam divisi 2.
Kalau jadi nomor 1 atau nomor 2, timnya dapat naik divisi 1 secara otomatis, dan kalau jadi nomor 3, nanti ikut pertandingan lawan tim yang nomor paling bawah dalam divisi 1 dan kalau menang, dapat naik divisi 1.

Jadi, sekarang Bellmare kemungkinan besar akan kembali lagi ke divisi 1.

Pertandingan hari itu Bellmare menang tipis, dan tetap menduduki nomor 3.


foto:Pemain dan kingbell(maskot) lagi berdansa kemenangan. (maaf, fotonya jelek)

Habis game, kami langsung menjadi anggota fan klab lagi dan memutuskan nonton pertandingan yang diadakan di Hiratsuka sebisa mungkin.

Wednesday, September 17, 2008

Kehidupan Dekat Pantai

Seperti sudah kutulis, baru-baru ini aku joging dua atau tiga kali seminggu.

Aku joging di tempat seperti foto.





Yang titik-titik di tengah laut itu peselancar. Mereka lagi nunggu ombak yang baik.
Daerah ini terkenal sebagai spot selancar. Di dalam kota juga, sering ketemu orang yang membawa papan selancar.

Waktu joging, aku memandang orang2 yang sedang berselancar. Aku belum pernah berselancar, tapi kayakanya menarik deh. Awalnya aku sama sekali tidak punya minat sama surfing, tapi makin lama makin besar minatnya. Kapan-kapan hari yang aku berselancar datang ga ya?

Friday, August 29, 2008

[info]konsultasi gratis oleh tenaga ahli untuk warga asing

Aku mau kasih info tentang konslutasi gratis untuk orang asing di Tokyo.
Kali ini, tempatnya Kasumigaseki, Chiyoda-ku.

Dalam konsultasi ini, Anda dapat berkonsultasi mengenai masalah hukum seperti visa, kawin dan cerai, masalah perburuhan,dll. Rahasia Terjamin, Tak Perlu Janji, dan GRATIS!

Siapa saja bisa berkonsulutasi di sana asal Anda orang asing.

Tenaga ahli kali ini, terdiri dari pengacara dan psikolog.

Penerjemah yang tersedia : penerjemah bhs Indonesia, bhs Inggris, bhs China, bhs Spanyol, bhs Korea, bhs Arab, dll.

Tanggal/Pukul : Sabtu, 6 September, pukul 13.00-16.00(resepsion sampai 15.00)

Bertempat di : Kodo Lt,12 Bengoshi kaikan(弁護士会館 12階 講堂)
1-1-3 Kasumigaseki, Chiyoda-ku, Tokyo

Stasiun terdekat:
St.Kasumigaseki, Lin Marunouchi Metro, Pintu keluar B1
St.Kasumigaseki, Lin Hibiya Metro, Pintu keluar A1
St.Kasumigaseki, Lin Chiyoda Metro, Pintu keluar C1

Informasi konsultasi gratis yang diadakan tempat lain bisa Anda dapat dari situs ini,
東京都国際交流委員会 外国人のため情報(informasi untuk warga asing)



Aku kurang tahu apakah setiap konsultasi menyediakan penerjemah bahasa Indonesia, jadi kalau Anda mau ikut konslutasi lain, lebih baik tanyakan dulu sebelumnya apakah penerjamah bhs Indonesia ada atau tidak.

Kalau konsultasi kali ini(yang di Kasumigaseki), ada penerjemah bahasa Indonesia.

Wednesday, August 27, 2008

Perawat Indonesia datang di Jepang

Pada awal bulan ini, perawat Indonesia datang ke Jepang untuk bekerja sebagai perawat(kangoshi:看護師) dan caregiver(kaigoshi:介護士) di Jepang.

Aku menonton dan membaca macam2 berita di TV dan Internet. Mereka belajar bahasa Jepang selama 6 bulan di pusat pelatihan dan akan diterjunkan tempat kerja masing-masing.
Walaupun mereka sudah bekerja sebagai perawat dan teutu sudah punya sertifikat perawat,
kalau sesudah hanya 6 bulan lewat, harus bekerja di rumah sakit atau panti jompo, pasti mereka akan mengalami kesulitan besar.

Aku coba bayangkan, aku punya berpengalaman bekerja di perpustakaan 4 tahun. Jadi, misalnya aku akan pergi ke negara orang untuk bekerja di perpus. Dan bahasanya tidak bisa sama sekali sebelum ke sana. Apakah aku bisa bekerja di sana sesudah belajar bahasanya hanya 6 bulan....hummm susah banget,,, aku harus belajar bahasanya setengah mati deh,,,

Apalagi, mereka akan ikut ujian sertifikat perawat dan caregiver Jepang. Apakah mereka bisa punya waktu untuk belajar untuk ujian setelah mulai bekerja?
Rumah sakit dan panti jompo yang akan menerima orang Indonesia seharusnya membantu mereka supaya bisa cepat berbahasa Jepang dan bisa lulus ujian.
Jangan sampai jadi seperti perusahan-perusahan yang menerima pemagang orang asing hanya untuk pakai sebagai tenaga murah.
Soal gaji, katanya, gaji mereka(perawat dan caregiver) terjamin sebesar gaji orang Jepang. (atau sedang diminta jaminannya?)

Aku berharap banyak perawat Indonesia akan mendapatkan sertifikat dan bisa bekerja lama di Jepang.

Oh,ya, Kaigoshi dalama bahasa Indonesia belum tentu ya. Di berita, macam2 kata muncul.
aku pakai "caregiver" dari media Indonesia, dan di sana ada tulisan "caregiver(perawat untuk orang lanjut usia) " gitu . Di acara TV NHK juga, aku dengar salah seorang perawat Indonesia yang diwawancarai di Indonesia menyebut kata "caregiver" .
Tapi kalau mendengar NHK world weekly program, disebut "pendamping lansia", dan di "Kamus Ilum-ilum sosial bahasa Jepang"(Pusat studi Jepang, UI) , aku menemukan kata "pekerja perawatan kesehatan". dan selain itu, kata-kata lain juga kudengar. misalnya perawat kesehatan(dan perawat biasa disebut "perawat medis").
Kata apa yang benar? Calon kaigoshi sendiri menyebut apa dalam bahasa Indonesia?
Kalau ada teman-teman dari Indonesia untuk bekerja sbg perawat dan caregiver, tolong! Aku nunggu infonya.

Friday, August 22, 2008

Pindah Rumah

Aku pindah rumah lagi.
Setelah kehidupan di Tokyo dalam dua tahun setengah, kami(aku dan suamiku) keluar dari Tokyo dan balik lagi ke Kanagawa.
Rumah barunya dekat pantai(dulu, kami tinggal dekat gunung di Kanagawa...). Kalau jalan kaki, hanya 10 menit saja bisa sampai di pantai.

Di sini, suasananya berbeda dengan tempat lama, banyak alam, orangnya dikit(maksudnya nga terlalu rame). Jadi, enak jalan-jalan.

Sekarang aku joging dua atau tiga kali seminggu. Dulu, aku joging keliling taman. Tapi habis pindah, joging di jalan yang sejajar pantai. Aku bisa menikmati pandangan indah sambil joging.

Masih baru lima hari habis pindah, jadi belum tahu apa-apa tentang kota ini. Nanti, kami jalan2 dan mencari toko, restoran dan macam2 tempat yang bisa kami nikmati.

Thursday, July 10, 2008

Bikin Miso part3

Aku mau lapor lanjutan bikinnya miso.

Hari bikin miso adalah tanggal 23 Februari 2008. Kemudian, kemarin, tepatnya tanggal 6 Juli, aku coba buka tempat miso. Sudah empat bulan lewat. Sebenarnya, aku ga mau buka sampai Februari 2009. Tapi soalnya, miso hampir limpah dari tempatnya...
Akhir-akhir ini, selalu cairan miso bocor dari tempatnya. Harus dicek keadaannya.

Aku coba buka tutupnya dengan takut-takut.



Aduh, misonya tambah! Awalnya 90% dari tempatnya. Tapi sekarang 100%, penuh.
Di petunjuk, ada tulisan "misonya harus di bawah 80% dari tempatnya."
Aku baru tahu maksud petunjuknya.



Misonya hampir jadi. Biar nanti tidak limpah lagi, aku ambil miso sedikit.
Dan sekarang, setiap hari dipake untuk bikin sup miso. Tapi rasanya masih agak aneh dan masih agak manis, jadi aku campur dengan miso lain. Sup misonya lumayan enak deh.

Friday, May 02, 2008

Apa Bahasa Ibu bagi Orang Indonesia?

Kemarin, aku bicara sama teman tentang bahasa ibu.

Bagi kebanyakan (tidak semua) orang Jepang bahasa ibunya pasti bahasa Jepang. Walaupun ada dialek setiap daerah, bisa dibilang bahasa ibunya bahasa Jepang.

Dan, ceritanya pindah ke Indonesia. Bagi orang Indonesia, bahasa ibunya apa? Bagi kebanyakan bahasa ibunya bukan bahasa Indonesia, mungkin bahasa daerah ya seperti bahasa Jawa, bahasa Sunda, dll.
Dan, bagi orang Jakarta(maksudnya lahir di Jakarta dan besar di Jakarta) bahasa ibunya apa? Kalau orang tuanya dua-duanya pakai bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari dan anak mereka besar di lingkungan bahasa Indonesia dan dengar dan pakai bahasa Indoensia sejak lahir. Di rumah(antara anggota keluarga), di sekolah, di kantor, mereka pakai bahasa Indonesia. Dari situasi itu, bisa dibilang bahasa ibunya bahasa Indonesia?

Ada orang Jepang yang mengatakan orang Jakarta pake bahasa(dialek?) Betawi atau dialek Jakrta, jadi, bahasa ibunya bukan bahasa Indonesia. dan di indonesia tidak ada orang yang bahasa ibunya bahasa Indonesia.
Menurut orang Jakarta, bagaimana pendapat ini?

Aku sendiri kirakan dialek Jakarta itu seperti dialek di Jepang. Tata bahasanya sama, cuma kosakatanya atau sebagian kalimatnya berubah dikit.
Jadi menurutku, bagi orang Jakarta bahasa ibunya bahasa Indonesia.

kalau Betawi, aku kurang tahu, bahasa Betawi itu bahasanya berbeda dengan bahasa Indoensia? Bedanya bisa termasuk dalam dialek atau harus dianggap sebagai bahasa lain?
Walaupun bahasa Betawi beda dengan bahasa Indonesia, tidak semua orang Jakarta pakai bahasa Betawi kan?
Aduh, bingung... Silakan kasih pendapat, komentar, dan lain2 ya! Nunggu komentar dari orang Jakarta asli(?) juga!

Wednesday, April 16, 2008

[info]konsultasi gratis oleh tenaga ahli untuk warga asing

hari ini, aku mau kasih tahu info tentang konsultasi ahli untuk orang asing.

Di Tokyo, konsultasi gratis oleh tenaga ahli untuk warga asing diadakan hampir setiap bulan di kota/wilayah di Tokyo secara relay.

Tahun ini, konsultasi yang pertama diadakan di MIA(Asosiasi Internasional Musasiho), Kota Musashino.

Dalam konsultasi ini, Anda dapat berkonsultasi mengenai masalah hukum seperti visa, kawin dan cerai, asuransi dan pensiunan, pendidikan, masalah perburuhan, masalah hati dll. Rahasia Terjamin, Tak Perlu Janji, GRATIS!

Siapa saja bisa berkonsulutasi di sana asal Anda orang asing.

Tenaga ahli terdiri dari pengacara, notaris, konsultan buruh, konsultan asuransi sosial, psikolog dll.

Penerjemah yang tersedia : penerjemah bhs Indonesia, bhs Inggris, bhs China, bhs Spanyol, bhs Thailand, bhs Korea, bhs Rusia, bhs Pilipina, bhs German, bhs Arab, bhs Tamil, bhs Hindi, bhs Vietnam, bhs Portugal dll.
Penerjamah itu penerjemah sukarelawan di MIA.

Tanggal/Pukul : Sabtu, 26 April, pukul 14.00-17.00

Bertempat di : Lt.10 Swing Building, satu menit jalan kaki dari pintu utara Stasiun Musasisakai, lin Chuo, JR.

MIA (武蔵野市国際交流協会)



Konsultasi berikutnya akan diadakan di "Esena ota" , Wilayah Ota pada Minggu 25 Mei.
(kalo info lebih detail kudapat, nanti aku kasih tahu ya)

Kalo ada teman orang asing(maksudnya bukan orang Jepang) yang lagi bermasalah tentang visa atau kawin/cerai dan lain2, silakan kasih tahu infonya ya.

Thursday, April 10, 2008

Nasi Campur dan Es Campur yang mungil

Aku dapt oleh-oleh dari orang Jepang yang tinggal di Jakarta.

Oleh-olehnya ini.


Nasi campur dan es campur!
Yang putih itu kartu nama, jadi ukuran nasi campur dan es campurnya keciiiiil sekali.


Kalo nasi campur ini, bakinya lebarnya cuma 5cm... Aquanya cuma 3 cm.
Di atas ikannya ada sambal juga.


Es campur juga kayak benaran. sendoknya pas sama yang di kantin sastra di UI.
whuuu, aku jadi pingin makan es campur. Es campur itu salah satu makanan kesayangan di Indonesia dan sering kali aku makannya di kantin.

Tidak adakah restoran tempat aku bisa makan es campur di Jepang?

Thursday, April 03, 2008

Perpisahan

Kemarin, teman sekeluarga orang Indonesia kembali ke Indonesia. Aku dan suamiku mengantar mereka ke Bandara Narita.

Selama dua tahun, kehidupan kami berjalan bersama mereka. Seperti aku tulis di posting lama, bapak dan ibunya mantan dosenku di Universitas Indonesia, dan habis aku balik ke Jepang, beberapa bulan kemudian, mereka datang ke Jepang. Kebetulan rumahya berdekatan, kehidupan baruku dan mereka di Jepang mulai hampir bersamaan.

Kegiatan rutinku selama ini adalah menemani ibu ke dokter gigi sekali seminggu( perawatan gigi makan waktu lama, kan? Aku sudah jadi juru bahasa yang jago dalam bidang dokter gigi hehehe). Setiap kali Habis dokter gigi, main ke rumahnya dan belajar bahasa Indonesia, ngobol, makan, dan kadang2 bacakan surat-surat dari SD.
Tapi kegiatan rutin itu pun sudah habis karena mereka harus kembali ke negara sendiri.

Aku merasa sedih bukan hanya karena harus berpisah sama mereka, tapi juga karena terasa Indonesia menjauh sedikit demi sedikit...
Tapi aku takkan melupakan segala hal yang bersama mereka.
Dan nanti, aku yang mendekati lagi Indonesia dan main ke rumah mereka di Indonesia.


Waktu kami naik bus di stasiun untuk berangat ke bandara, banyak teman mengantar mereka. Ketika kami sampai di bandara pun, banyak mahasiswa dan temannya datang untuk mengantar mereka.
Kehidupan mereka pasti menyenangkan karena bisa ketemu dengan banyak orang Jepang yang baik hati kayak mereka.

Aku ingin doakan semoga mereka sukses selalu di Indonesia.

Wednesday, April 02, 2008

Hanami

Kemarin, aku ikut "hanami(piknik memandang bunga sakura)". hanami itu diadakan di sebuah taman besar. kami, kira2 lima belas orang, berkumpul dan makan siang di bawah pohon sakura. Teman2 yang ikut hanami itu asalnya macam-macam, ada teman dari Indonesia, Thailand, Afganistan, dan tentu ada yang dari Jepang. Semua teman harus bawa satu jenis makanan, jadi kami bisa makan makanan2 berbagai jenis.

Awalnya, kami makan siang di pas bawah pohon sakura, tetapi, sesudah lewat satu jam, petugas taman datang dan menegur kami, katanya, tidak boleh duduk-duduk di dekat pohon sakura karena akar-akarnya tidak bisa tumbuh sehat.

Aku baru tahu hal itu. Dan kayaknya teman2 Jepang juga baru sadar. Karena kemarin anginnya kencang banget, jadi bahkan kami sengaja milih tempat dekat pohon biar pohonnya menghalangi angin kencang.

Iya, kemarin benar-benar anginnya kencang sekali. Waktu makan siang, makanannya semua kena debu deh, tapi, karena sakuranya indah banget, semuanya OK aja.


Thursday, March 27, 2008

Sistem Daftar Orang Asing

Selasa kemarin, aku menemani teman orang Indonesia ke wali kota untuk melapor akan pulang ke negara sendiri karena kami kira perlu mengurus kartu daftar orang asing(gaikokujin torokusyo)sebelum berangkat ke Indonesia. Ternayta, tidak usah lapor apa-apa kalo orang akan keluar dari Jepang.

Aku heran, bagaimana tahu kantor wali kota tentang orang asing yang tinggal di kota sendiri? Atau, tidak peduli apa2 terhadap orang asing yang akan meninggalkan Jepang walaupun terhadap orang yang masuk ke Jepang, pengawasannya ketat sekali?

Pantas surat-surat dari wali kota kepada orang Indonesia yang sudah pulang ke negara sering kali datang ke apartmen temanku.(soalnya, penghuni dulu pun orang Indonesia.)

Kata pegawai kantor wali kota, kalo orang asing yang akan pindah ke kota lain di dalam Jepang, harus lapor masuk ke wali kota tempat dia mulai tinggal, tetapi tidak usah lapor keluar ke wali kota tempat dia akan meninggalkan.

Penjelasan itu bener ya? Kota-kota lain juga begitu? dan penjelasan itu juga mengherankan.
Karena kalau orang Jepang mau pindah kota, harus lapor ke kedua kota(yang masuk dan yang keluar). Kenapa orang Jepang saja repot? Kalo oke lapor masuk ke wali kota saja, sebaiknya sisitem daftar orang Jepang juga jadi begitu ya.

Thursday, March 20, 2008

buku klasik Indonesia dan Jepang

kemarin, aku dapat buku-buku Indonesia dari teman orang Indonesia yang akan kembali ke Indonesia.

Dalam buku2 itu, yang menarik hatiku adalah
"Sitti Nurbaya" karya Marah Rusli(Indonesia)
"Negeri Salju" karya Yasunari Kawabata(Jepang)
"Rahasia Hati" karya Soseki Natsume(Jepang)

buku2 tersebut bisa dibilang buku klasik.
Kegetnya kedua novel Jepang sudah diterbitkan pada 1970-an di Indonesia dan yang kudapat juga yang cetakan pertama. Buku juga sudah antik nih.
kalo "Rahasia hati", berjudul bahasa Jepang "kokoro(hati)", sebagiannya dimuat di dalam buku pelajaran bahasa Jepang(kokugo) SMU-ku.
Sesudah belajar di sekolah, aku sempat baca bukunya, tapi sudah lupa baca semua atau tidak.
Sekarang, "kokoro" bisa dibaca melalui internet juga.
青空文庫(aozora bunko) 夏目漱石「こころ」


kalo ada yang minat silakan dibaca, tapi novelnya dalam bahasa Jepang.

Kalo aku mau coba dari "Sitti Nurbaya" karena aku belum pernah baca novel klasik Indonesia.
Kalo orang Indonesia biasanya sudah pernah baca buku itu atau belajar di sekolah kayak "kokoro" di Jepang?

Monday, March 10, 2008

J.League 2008 Mulai

Sabtu kemarin, liga sepak bola profesional, J.LEAGUE tahun ini mulai. Jadi, kami pergi nonton bola ke Hiratsuka, Kanagawa.

Kenapa ke Hiratsuka?
Di sana, Pertandingan divisi2, J.League diadakan, yaitu Shonan Bellmare lawan Vegalta Sendai. Kami memegang Bellmare.

Sejarah dukungan kami atas Bellmare sudah lama. Sejak suamiku mulai tinggal di kota Isehara, sebelah kota Hiratsuka pada tahun 2000, kami kadang-kadang nonton pertandingan Bellmare dan mendukung biar Bellemare naik kembali ke divisi 1.

Bellmare sekarang ada di divisi2, tetapi sampai tahun 1998 tim itu salah satu tim di divisi1 dan satu-satunya tim klab Jepang tempat Hidetoshi Nakata menjadi anggota.

Setelah berangkat ke Indonesia sampai sekarang, aku tidak sempat nonton pertandingan Bellmare,(kalo suamiku, kadang2 nonton sendirian), apalagi kami sekarang tinggal di Tokyo, jadi selama dua tahun kami tidak berminat untuk jauh2 pergi nonton sampai ke Hiratsuka.

Tetapi, tidak tahu kenapa, tapi tiba2 muncul keinginan nonton bola Bellmare dan datanglah ke lapangan sepak bola di Hiratsuka.

Wah....Kangen banget suasana tempat duduk penonton. Karena hari pertama, sudah tempatnya penuh dan rame juga. dan ada beberapa supporter yang saya tahu(tidak kenal) juga. Semuanya tidak berubah sama sekali.





Pertandingan lumayan menarik (kadang bosan) dan tim kita menang! Hore~~~~

Kami puas pulang ke rumah. Selama perjalanan, kami mengobrol kenapa pertandingan hari ini lebih menarik daripada pertandignan tim FC Tokyo? Maksudnya, sekarang kami tinggal di kota yang mendukung tim FC Tokyo, jadi beberapa kali kami coba nonton bolanya. Dibandingkannya, hari ini kami lebih asyik dan puas walaupun mutu pertandingan jauh lebih jelek dari pertandingan FC Tokyo dan banyak pemain kesayangan kami sudah pindah ke tim lain atau pensiun.

Alasannya, pasti karena ada rasa nostalgia, dan juga karena kami suka suasana tempat duduk penonton. Di sana, studiumnya kecil dan bisa menonton lebih dekat.

Dan kayaknya banyak supporter mendukung dan nonton bertahun-tahun mungkin dari sebelum J.League mulai pada tahun1993. Jadi mereka melihat pemainnya atau timnya kayak anak sendiri. Suasana tempat lebih santai dibandingkan FC Tokyo.(Iya, memang FC Tokyo pun punya banyak supporter lama. Pokoknya perbandingan suasana saja)
Memang makian2 kepada pemain ada, tapi karena banyak ibu-ibu nenek-nenek juga nonton kali? tidak begitu jadi serius suasananya.

Kami ingin menonton lagi pertandingan Bellmare. Masalahnya ongkos transportasi mahal, sama dengan harga tiket...Hummmm gimana dong?

Friday, February 29, 2008

Bahasa ibumu masih bagus?

Hari Senin kemarin, aku kebetulan menonton acara TV NHK "Eigo de shaberanaito"(acara hiburan bahasa Inggris).
Di dalam acara itu, ada tiga tamu yang bersangkutan bahasa Inggris. Salah satu tamu, interpreter(juru bahasa) orang Jepang mengatakan kepada salah satu moderator orang Amerika, Patrick, "Kamu bahasa Inggrisnya bagus ya. Belajar di mana?" Orang-orang di situ semua ketawa karena yang ditanya orang Amerika, 'kan pasti jago bahasa Inggris. Patrick pun bingung. Maksudnya Bapak apa?

Katanya Bapak, Kalau orang tinggal lama di negara lain, bahasa ibunya jadi aneh. Kalau Patrick sudah 10 tahun lebih tinggal di Jepang dan sudah lancar bahasa Jepang juga, tetapi katanya Bapak, bahasa Inggris juga masih bagus sekali. Maksudnya intonasinya, lafalnya, dan lain-lain. Jadi muncul pertanyaan begitu.


Dengar cerita itu, aku juga ingat masa SMU. Di SMU-ku ada guru bahasa Inggris dari Inggris. Kalau tidak salah, dia tinggal di Jepang dua tahun dan dia mengatakan waktu ketemu dengan saudara dari Inggirs, dia dikatakan bahasa Inggrisnya jadi jelek, intonasinya aneh, kayak orang Jepang gitu.

Hanya dua tahun saja, bahasa bisa berubah? Iya, kalau orang Jepang pun pindah daerah, pasti ngomongnya terpengaruh dialek daerah. Mungkin, guruku juga terpengaruh oleh bahasa Inggris aneh yang dikeluarkan dari mulut murid setiap hari.
(Di jepang, biasanya walaupun ada kelas bahasa Inggris, murid jarang sempat berbicara bahasa Inggrsi, tetapi Sekolahku punya program internasional,jadi ada banyak kelas bhs Inggris dan murid punya banyak kesempatan berbicara bahasa Inggris.)

Terus, balik ke acara TV lagi. Lalu, jawaban Patrick bagaimana?
Katanya, dia setiap hari latihan shadowing baik bahasa Inggris maupun bahasa Jepang.

Aku kagum sekali. Bahasa Inggrisnya Patrick sebetulnya bukan seadanya melainkan hasil dari latihan setiap hari. Jadi, pertanyaan Bapak itu tajam sekali ya. Dan pasti Patrick juga tahu keperluan usaha supaya bahasa ibunya tetap bagus.
Dan walaupun bahasa Jepang juga sudah sangat bagus, dia masih lanjut latihan.

Aku betul-betul kagum. percakapan Bapak dan Patrick cepat selesai dan topiknya diganti juga(karena topik utama hari itu bukan ini). tapi, aku tidak bisa lupakan kata2 Patrick.

Aku juga sebenarnya harus berlatihan supaya bahasa Indonesiaku jadi lebih bagus,terutama dalam percakapan. Aku juga mau coba lagi shadowing dalam bahasa Indonesia.(sejujurnya, aku pernah coba latihan shadowing, tapi ga bisa lanjutin, selalu mikkabozu nih)

Kalau mau nonton acara ini,
英語でしゃべらナイト
Setiap hari Senin, pukul 23.00-23.30(NHK総合)

dan, acara yang aku tonton ini disiar ulang pada 29 Feburuari(hari ini dong!)
malam pukul 1.40(jumat malam)

*shadowing
: salah satu cara latihan untuk menginkatkan kemampuan bahasa asing,
 terutama dilakukan oleh calon interpreter.

Thursday, February 28, 2008

Bikin Miso part2

Pada akhir minggu kemarin, akhirnya kami membuat miso.

Jumat malam, aku merendam kacang kedalai 2 kilo dalam air.


Sabtu pagi, aku mulai merebus kacang. Rebusnya lama banget, kira-kira 4 jam lebih. Karena panci-panciku kecil, aku kudu merebus 2 kali.

Sesudah semua direbus. kacangnya dibiarkan sampai dingin. Cukup satu jam atau dua jam. Selama menunggu kacangnya jadi dingin, kami campur koji(ragi) dengan garam.

Sampai di situ, sudah menjelang sore...
Kami baru bisa mulai numbuk kacangnya dengan mixer dari jam 3. Kacangnya harus ditumbuk selama kacangnya masih panas.
Setelah ditumbuk, kacangnya dibiarkan sampai dingin. Cukup satu jam atau dua jam. Selama menunggu kacangnya jadi dingin, kami campur koji(ragi) dengan garam.


Kemudian, kita campur dengan ragi dan garam, lalu masukkannya di dalam tempat.


Kali ini, bahan2nya seperti di bawah.

kacang kedalai 2 kilo
koji(ragi beras) 3 kilo
garam 1 kilo

jadinya kira-kira 10 kilo miso.

Sekarang tempat misonya ditaruh di kamar. Semoga berhasil jadi miso yang enak. Jangan sampai jadi miso berjamur penuh...

(* dikoreksi cara membuat pd tgl 4 Agustus 2012)

Friday, February 22, 2008

Tango

Baru-baru ini, aku mengajari seorang Bapak bahasa Indonesia. Bapak itu kemarin bertugas ke Indonesia sepuluh hari. Dan aku dapat oleh-oleh dari bapak itu.

Oleh-olehnya ini. Tango!!


Sebelum berangkat ke Indonesia, kita sudah bicara tentang kue-kue Indonesia.
Katanya, waktu memilih oleh-oleh, Bapak selalu bingung beli apa. Soalnya takut nanti rekan2nya dan keluarganya jadi sakit perut(Sory ya, biasanya orang Jepang khawatir kalo makan masakan Indonesia, nanti sakit perut atau ga). Jadi, katanya dia selalu milih kue yang dijual di supermarket.

Jadi, aku rekomendasikan Tango sama Bapak. Waktu aku ada di Depok, kue itu salah satu kesayanganku. Ada juga teman yang makan Tango sebagai makanan pokok di Indonesia. Soalnya dia awalnya nga cocok sama masakan Indonesia. Jadi, dia sering makan tango sebagai makan pagi, makan siang, dan makan malam, gila...

Sejujurnya aku juga sering makan tango dan top dan,, apa namanya kue yang kayak top, kemasan merah, aduh namaya nga ingat...pokoknya kue-kue seribuan ya.

Dan, akhirnya aku dapat Tango. Natsukasii aji! (bisa bilang "rasanya kangen" dlm bhs Indoesia?)

Friday, February 15, 2008

Bikin Miso

Pada tanggal 11 Februari, aku dan suamiku main ke rumah teman suami di Kashiwa, Chiba.

Istrinya teman itu jago memasak, bisa bikin roti dibuat dg ragi alam(Tennen kobo pan)(bikinnya dari bikin ragi loh), bikin masakan makrobiotik, dan masakan yang dibikin dengan biji-bijian(zakkoku), pokoknya jago bikin masakan sehatlah.

Dulu, waktu aku dan suami main ke rumahnya, kami makan malam bersama di rumah. Waktu kami minum sup miso(miso shiru), istrinya bilang, "itu dibikin dengan miso(taoco Jepang) yang aku bikin sendiri." Saya kaget,oh bisa bikin sendiri! lagian enak banget supnya.

Kemudian, sebulan lewat. Ada kabar dari teman suamiku. Katanya mau bikin miso tgl 11 Februari. kami langsung menjawab mau ikut! Lalu jauh-jauh ke rumah temannya(dari rumah ke sana 2 jam dg kereta!).

Ternyata cara bikin miso sangat sederhana. Pertama rebus kacang kedelai. Lalu kalau kacangmya sudah empuk, ditumbuk(lebih baik pake food processor).
yang Kedua, kalau kacang sudah jadi cukup dingin, campur dengan ragi beras(kome koji) dan garam yang sudah dicampurkan lebih dahulu.


foto: lagi campur2 kacang dengan ragi dan garam

Sesudah itu, campuran(yang akan jadi miso)nya dimasukkan ke tempat. Itu ditaruh di dalam rumah atau boleh juga di beranda setahun. Selama setahun, tidak usah buka dan ganti tempat. Biar saja setahun.


foto: baru selesai masukkan campuran kacang dan ragi dan garamnya

Aku senang bikin miso rame-rame dan dipengaruhi oleh istrinya.

Setelah balik ke rumah sendiri, kami langsung pesang kacang dan koji dan garam ke toko yang direkomendasi teman.

Kemarin, bahan2nya sudah sampai. Kapan bikin ya? Oh, sebelum itu, aku kudu beli tempat misonya.

Monday, February 11, 2008

Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring

Baru-baru ini, Pusat Bahasa membuka KBBI online.
Namanya KBBI Daring.
Daring artinya "Dalam jaringan"(online). Aku baru tahu kata itu.

http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/index.php


Aku senang sekali karena menanti2 harinya. Hampir setiap hari aku buka KBBI yang berat banget. Mulai sekarang aku tidak usah angkat2 kamus seberat itu.

Friday, February 08, 2008

Salju!



Baru-baru ini, Tokyo sering turun salju. Akhir minggu kemarin, saljunya turun lumayan banyak(Potonya kurang jelas. kira-kira 5cm ya salju bertumpuk). Maksudnya, kalo di Tokyo, boleh dibilang "lumayan banyak". Oleh karena itu, banyak kereta terlambat dan ada banyak kecelakaan juga. Kalo daerah2 yang turun salju banyak, tidak ada masalah kalo salju segitu. Tapi, karena di Tokyo jarang ketika turun salju, jadi topik rame-rame.

Aku juga merasa kangen sama kampungku. Kampungku, Fukui dan tempat kuliahku, Kanazawa(di Ishikawa) juga termasuk daerah yang turun salju lumayan banyak. Waktu masa kecil, saljunya lebih banyak dari sekarang. Jadi, waktu ke SD, aku sering ke sekolah bukan lewat jalan tapi lewat di atas sawah. Salju turun banyak sampai bertumpuk kira2 1 meter dan karena dingin, saljunya membeku sehinnga orang bisa jalan di atas sawah yang kelihatan kayak daratan salju. Soalnya tempatku kampung banget, di sekitar rumahku terdapat gunung dan sawah saja.

Walaupun merasa kangen, sejujurnya aku ga mau pulang ke kampung karena aku ga kuat kedinginan. Sekarang aku kangen ama panasnya di Indonesia.

Tuesday, January 01, 2008

Akemashite Omedeto


Selamat Tahun Baru 2008.
Semoga tahun 2008 akan merupakan tahun terindah bagi teman2 semua.

Tanggal 31 Desember 2007,
sekeluarga orang Indonesia datang ke rumahku. kami makan toshikoshi soba(mi Jepang yang dimakan pada malam tahun baru) dan menonton acara nyanyi di NHK(Kouhaku uta gassen). Setelah mereka pulang ke rumah, kami terus menonton TV juga. Menjelang tahun baru, acara NHK "Yuku toshi Kuru toshi(Tahun yang pergi, Tahun yang datang)" pun mulai. Waktu pas jadi tahun baru, kami bersalaman dengan ucapan "Akemashite omedeto" sambil nonton acara itu.
Setelah itu, kami baru tidur.

Sudah lama kami tidak bisa menyambut tahun baru bersama. karena tahun 2005 dan 2006 aku ada di Indonesia, dan tahun 2007 aku mudik ke Fukui.
Jadi, kami baru bertahun baru bersama setelah tahun 2004 dan untuk pertama kali ya menyambut tahun baru sebagai suami-istri.

Teman2 bertahun baru di mana dan dengan siapa ya?