Thursday, March 27, 2008

Sistem Daftar Orang Asing

Selasa kemarin, aku menemani teman orang Indonesia ke wali kota untuk melapor akan pulang ke negara sendiri karena kami kira perlu mengurus kartu daftar orang asing(gaikokujin torokusyo)sebelum berangkat ke Indonesia. Ternayta, tidak usah lapor apa-apa kalo orang akan keluar dari Jepang.

Aku heran, bagaimana tahu kantor wali kota tentang orang asing yang tinggal di kota sendiri? Atau, tidak peduli apa2 terhadap orang asing yang akan meninggalkan Jepang walaupun terhadap orang yang masuk ke Jepang, pengawasannya ketat sekali?

Pantas surat-surat dari wali kota kepada orang Indonesia yang sudah pulang ke negara sering kali datang ke apartmen temanku.(soalnya, penghuni dulu pun orang Indonesia.)

Kata pegawai kantor wali kota, kalo orang asing yang akan pindah ke kota lain di dalam Jepang, harus lapor masuk ke wali kota tempat dia mulai tinggal, tetapi tidak usah lapor keluar ke wali kota tempat dia akan meninggalkan.

Penjelasan itu bener ya? Kota-kota lain juga begitu? dan penjelasan itu juga mengherankan.
Karena kalau orang Jepang mau pindah kota, harus lapor ke kedua kota(yang masuk dan yang keluar). Kenapa orang Jepang saja repot? Kalo oke lapor masuk ke wali kota saja, sebaiknya sisitem daftar orang Jepang juga jadi begitu ya.

Thursday, March 20, 2008

buku klasik Indonesia dan Jepang

kemarin, aku dapat buku-buku Indonesia dari teman orang Indonesia yang akan kembali ke Indonesia.

Dalam buku2 itu, yang menarik hatiku adalah
"Sitti Nurbaya" karya Marah Rusli(Indonesia)
"Negeri Salju" karya Yasunari Kawabata(Jepang)
"Rahasia Hati" karya Soseki Natsume(Jepang)

buku2 tersebut bisa dibilang buku klasik.
Kegetnya kedua novel Jepang sudah diterbitkan pada 1970-an di Indonesia dan yang kudapat juga yang cetakan pertama. Buku juga sudah antik nih.
kalo "Rahasia hati", berjudul bahasa Jepang "kokoro(hati)", sebagiannya dimuat di dalam buku pelajaran bahasa Jepang(kokugo) SMU-ku.
Sesudah belajar di sekolah, aku sempat baca bukunya, tapi sudah lupa baca semua atau tidak.
Sekarang, "kokoro" bisa dibaca melalui internet juga.
青空文庫(aozora bunko) 夏目漱石「こころ」


kalo ada yang minat silakan dibaca, tapi novelnya dalam bahasa Jepang.

Kalo aku mau coba dari "Sitti Nurbaya" karena aku belum pernah baca novel klasik Indonesia.
Kalo orang Indonesia biasanya sudah pernah baca buku itu atau belajar di sekolah kayak "kokoro" di Jepang?

Monday, March 10, 2008

J.League 2008 Mulai

Sabtu kemarin, liga sepak bola profesional, J.LEAGUE tahun ini mulai. Jadi, kami pergi nonton bola ke Hiratsuka, Kanagawa.

Kenapa ke Hiratsuka?
Di sana, Pertandingan divisi2, J.League diadakan, yaitu Shonan Bellmare lawan Vegalta Sendai. Kami memegang Bellmare.

Sejarah dukungan kami atas Bellmare sudah lama. Sejak suamiku mulai tinggal di kota Isehara, sebelah kota Hiratsuka pada tahun 2000, kami kadang-kadang nonton pertandingan Bellmare dan mendukung biar Bellemare naik kembali ke divisi 1.

Bellmare sekarang ada di divisi2, tetapi sampai tahun 1998 tim itu salah satu tim di divisi1 dan satu-satunya tim klab Jepang tempat Hidetoshi Nakata menjadi anggota.

Setelah berangkat ke Indonesia sampai sekarang, aku tidak sempat nonton pertandingan Bellmare,(kalo suamiku, kadang2 nonton sendirian), apalagi kami sekarang tinggal di Tokyo, jadi selama dua tahun kami tidak berminat untuk jauh2 pergi nonton sampai ke Hiratsuka.

Tetapi, tidak tahu kenapa, tapi tiba2 muncul keinginan nonton bola Bellmare dan datanglah ke lapangan sepak bola di Hiratsuka.

Wah....Kangen banget suasana tempat duduk penonton. Karena hari pertama, sudah tempatnya penuh dan rame juga. dan ada beberapa supporter yang saya tahu(tidak kenal) juga. Semuanya tidak berubah sama sekali.





Pertandingan lumayan menarik (kadang bosan) dan tim kita menang! Hore~~~~

Kami puas pulang ke rumah. Selama perjalanan, kami mengobrol kenapa pertandingan hari ini lebih menarik daripada pertandignan tim FC Tokyo? Maksudnya, sekarang kami tinggal di kota yang mendukung tim FC Tokyo, jadi beberapa kali kami coba nonton bolanya. Dibandingkannya, hari ini kami lebih asyik dan puas walaupun mutu pertandingan jauh lebih jelek dari pertandingan FC Tokyo dan banyak pemain kesayangan kami sudah pindah ke tim lain atau pensiun.

Alasannya, pasti karena ada rasa nostalgia, dan juga karena kami suka suasana tempat duduk penonton. Di sana, studiumnya kecil dan bisa menonton lebih dekat.

Dan kayaknya banyak supporter mendukung dan nonton bertahun-tahun mungkin dari sebelum J.League mulai pada tahun1993. Jadi mereka melihat pemainnya atau timnya kayak anak sendiri. Suasana tempat lebih santai dibandingkan FC Tokyo.(Iya, memang FC Tokyo pun punya banyak supporter lama. Pokoknya perbandingan suasana saja)
Memang makian2 kepada pemain ada, tapi karena banyak ibu-ibu nenek-nenek juga nonton kali? tidak begitu jadi serius suasananya.

Kami ingin menonton lagi pertandingan Bellmare. Masalahnya ongkos transportasi mahal, sama dengan harga tiket...Hummmm gimana dong?