Wednesday, August 27, 2008

Perawat Indonesia datang di Jepang

Pada awal bulan ini, perawat Indonesia datang ke Jepang untuk bekerja sebagai perawat(kangoshi:看護師) dan caregiver(kaigoshi:介護士) di Jepang.

Aku menonton dan membaca macam2 berita di TV dan Internet. Mereka belajar bahasa Jepang selama 6 bulan di pusat pelatihan dan akan diterjunkan tempat kerja masing-masing.
Walaupun mereka sudah bekerja sebagai perawat dan teutu sudah punya sertifikat perawat,
kalau sesudah hanya 6 bulan lewat, harus bekerja di rumah sakit atau panti jompo, pasti mereka akan mengalami kesulitan besar.

Aku coba bayangkan, aku punya berpengalaman bekerja di perpustakaan 4 tahun. Jadi, misalnya aku akan pergi ke negara orang untuk bekerja di perpus. Dan bahasanya tidak bisa sama sekali sebelum ke sana. Apakah aku bisa bekerja di sana sesudah belajar bahasanya hanya 6 bulan....hummm susah banget,,, aku harus belajar bahasanya setengah mati deh,,,

Apalagi, mereka akan ikut ujian sertifikat perawat dan caregiver Jepang. Apakah mereka bisa punya waktu untuk belajar untuk ujian setelah mulai bekerja?
Rumah sakit dan panti jompo yang akan menerima orang Indonesia seharusnya membantu mereka supaya bisa cepat berbahasa Jepang dan bisa lulus ujian.
Jangan sampai jadi seperti perusahan-perusahan yang menerima pemagang orang asing hanya untuk pakai sebagai tenaga murah.
Soal gaji, katanya, gaji mereka(perawat dan caregiver) terjamin sebesar gaji orang Jepang. (atau sedang diminta jaminannya?)

Aku berharap banyak perawat Indonesia akan mendapatkan sertifikat dan bisa bekerja lama di Jepang.

Oh,ya, Kaigoshi dalama bahasa Indonesia belum tentu ya. Di berita, macam2 kata muncul.
aku pakai "caregiver" dari media Indonesia, dan di sana ada tulisan "caregiver(perawat untuk orang lanjut usia) " gitu . Di acara TV NHK juga, aku dengar salah seorang perawat Indonesia yang diwawancarai di Indonesia menyebut kata "caregiver" .
Tapi kalau mendengar NHK world weekly program, disebut "pendamping lansia", dan di "Kamus Ilum-ilum sosial bahasa Jepang"(Pusat studi Jepang, UI) , aku menemukan kata "pekerja perawatan kesehatan". dan selain itu, kata-kata lain juga kudengar. misalnya perawat kesehatan(dan perawat biasa disebut "perawat medis").
Kata apa yang benar? Calon kaigoshi sendiri menyebut apa dalam bahasa Indonesia?
Kalau ada teman-teman dari Indonesia untuk bekerja sbg perawat dan caregiver, tolong! Aku nunggu infonya.

5 comments:

Yo3 said...

Halo, Mayu-san..
Salam kenal.
Saya kaget sekali ada orang Jepang yang bahasa Indonesianya sangat luwes.
Saya menemukan blognya Mayu-san secara tidak sengaja karena saya sedang mempersiapkan presentasi tentang Indonesia untuk anak-anak SMA.

Saya mengerti apa yg Mayu-san katakan. Belajar bahasa Jepang itu susah sekali untuk orang Indonesia. Saya sudah belajar bahasa Jepang sekitar setahun dan sekarang sedang belajar di Osaka juga, tapi saat bekerja paruh waktu saya mengalami banyak kesulitan.

Caregiver memang belum ada istilah bakunya. Mungkin karena di Indonesia jarang ada panti jompo. Tapi dalam bahasa percakapan sehari-hari biasanya ada yang menyebut "suster pendamping", seperti yang terjadi di keluarga saya. Sebelum kakek saya meninggal, ibu saya mempekerjakan seorang perawat pendamping untuk kakek. Orang ini tidak punya izin atau lulus ujian seperti di Jepang. Adik-adik sepupu saya jg didampingi oleh perawat pendamping (bahasa gaulnya: suster) karena mereka banyak dan nakal-nakal sekali..

Maap nulisnya kepanjangan..

mayu said...

Halo, yo3-san,
Terima kasih atas kedatangan di blogku.

"suster/perawat pendamping ". Oh ada juga ya orang begitu di Indonesia. Makasih infonya.

Anonymous said...

halo Mayu-san..
salam kenal ya..
kebetulan istri saya termasuk dalam rombongan perawat yang mengadu nasib ke negeri sakura, katanya setelah 4 bulan disana banyak kemajuan yang didapat termasuk penguasaan bahasa jepang baik tulis maupun lisan. Saat ini masih menjalani training di YKC (Yokohama Kenshu Center). untuk istri saya kebetulan job ordernya sebagai care giver setahu saya itu merupakan istilah untuk perawat usia lanjut. Mungkin itu sedikit penjelasan yang bisa saya berikan semoga bermanfaat.

catatan untuk semua dari tri waluyo said...

halo, mayu-san..
kenalkan nama saya tri waluyo,
kebetulan saya adalah seorang perawat di indonesia. Dan kebetulan lagi istri saya juga menjadi bagian dari rombongan perawat yang berangkat untuk bekerja ke jepang. Dan saat ini masih menjalani training bahasa di YKC (yokohama Kenshu Center) selama 6 bulan dan rencananya akan ditempatkan di kota Hiroshima. Untuk istri saya mendapatkan pekerjaan sebagai care giver atau care worker yang saya tahu itu adalah istilah untuk perawat orang tua yang ditempatkan di panti jompo. mungin itu sedikit pengetahuan yang bisa saya bagi semoga bermanfaat.

mayu said...

Terima kasih, Pak tri waluyo dan teman satu lagi(jangan2 orangnya sama...)

Istilah "kaigoshi" dalam bahasa Indoneia adalah "care giver" ya. terima kasih infonya.

Di Jepang juga ada istilah "care worker(ケアワーカー)" . Itu sama dengan "Kaigoshi".

dan Kaigoshi itu bukan perawat untuk orang tua saja, tapi juga untuk orang yang cacat rohani atau jasmani. Jadi, kalo disebut "perawat lansia" dll yang dipake kata "orang tua" atau "lansia", aku merasa tidak pas.

Oh ya,istrinya lagi belajar di Yokohama ya. Setengah semester lagi ya belajar di sana. tolong sampaikan istri bapak salamku "Ganbatte benkyo site kudasai(Selamat berjuang belajar ya)!".