Monday, November 03, 2008

Bioskop kesayanganku

Aku pergi nonton film di bioskop kemarin minggu. Sudah lama aku tidak nonton di bioskop. Kalau tidak salah, sesudah nonton di bioskop terakhir kali, sudah lewat hampir dua tahun.
Kali ini aku nonton di sebuah bioskop di Yokohama. Aku nonton dua film Taiwan, yaitu 非情城市(A city of sadness) dan ミレニアムマンボ(Millennium Mambo). Dua2nya film lama, jadi, aku bisa nonton dua film dengan tarif 1500yen. Kedua film itu dibuat sutradara sama, dan meraih penghargaan2 dari beberapa film festival di dunia. Jadi, aku lama pingin nontonnya, tapi karena malas nyewa DVD dan kurang suka nonton film di TV, sudah lama tidak sempat nontonnya.

Tetapi kebetulan aku dapat infonya bioskop ini dan program film Taiwan, aku jadi nonton kedua film.

Waktu nunggu mulai film, aku baru ingat, dulu aku sering ke bioskop. Ketika tinggal di Kanazawa, aku nonton film 2 atau 3 kali sebulan, atau kalau sering, sekali seminggu ke bioskop. Di kanazawa, ada bioskop kesayanganku. film2 ditayangkan di sana sangat cocok seleraku. Filmnya tidak begitu terkenal, tapi dapat nilai tinggi dari film festival Berlin, Cannes dll. Aku suka nonton film Asia dan Eropa di sana.
Sayangnya tidak pernah ada film Indonesia...
Dan yang senangnya tarifnya murah lagi, hanya 1000yen(kalau jadi anggota).
 cine-monde(bhs Jepang)

Dan waktu di Indonesia pun, aku sering ke bioskop, bioskop kesayanganku bioskop 21 di Plaza Depok(habis paling dekat dari kosku. Dan belum ada DETOS dan Margo City).
 CINEMA21

Sesudah kembali ke Jepang dan waktu pindah rumah ke Tokyo pun, aku cari daerah di mana aku bisa ke bioskop dengan jalan kaki dari rumah. Dan akhirnya aku tinggal di daerah begitu. Daerah itu terdapat tiga bioskop, duanya bioskop biasa yang kayak suka tayangkan film hollywood dan satunya bioskop kayak cine-mondo(biasanya orang Jepang suka menyebut bioskop sejenis "mini theater". Tetapi ternyata, bioskop itu tidak begitu bagus bagi saya. Pilihan filmnya tidak begitu cocok samaku. Jadi, aku cuma sekali doang ke sana selama 2tahun setengah di sana.

Dan seperti sudah kubilang, kebetulan aku baru kenal bioskop di Yokohama. program2nya bagus sekali, pas keinginanku. Dan senangnya kalau nonton 5 kali, kali berikutnya jadi gratis. Aku langsung jadi fannya bioskop itu.
 シネマ ジャック&ベティ(bhs Jepang)

Kayaknya aku bakal kembali lagi kehidupan penuh film.

7 comments:

Umar Said said...

Secara tata bahasa sudah benar. Namun kalau didengar oleh orang Indonesia terasa agak janggal karena kata2 yang digunakan tidak lazim. Saya akan coba memberikan padanan kalimat Mayu.

Mayu: Kalau tidak salah, sesudah nonton di bioskop terakhir kali, sudah lewat hampir dua tahun.
Saya: Kalau tidak salah, terakhir kali nonton di bioskop dua tahun yang lalu.

Mayu: Waktu nunggu mulai film,
Saya: Waktu nunggu film dimulai/diputar,

Mayu: Dan akhirnya aku tinggal di daerah begitu.
Saya: Dan akhirnya aku tinggal di daerah itu.

Mayu: Daerah itu terdapat tiga bioskop, duanya bioskop biasa yang kayak suka tayangkan film hollywood
Saya: Di daerah itu terdapat tiga bioskop, dua bioskop biasa yang sering menayangkan film hollywood

Mayu: Kayaknya aku bakal kembali lagi kehidupan penuh film.
Saya: Kayaknya kehidupanku bakal kembali lagi penuh film.

mayu said...

>umar

Terima kasih koreksinya.
bahasaku masih tengah berkembang.
Yang penting "keep learning" ya.

Pelangi said...

kalau menurutku bahasa kak mayu tidak ada masalah meskipun terdengar jangal, tapi jujur saya tidak mersakan kejanggalan itu, yang mungkin karena orang indonesia juga jarang mengunakan padupadan yang sesuai. kak mayu saya orang indonesia...! dan saya juga bangga setelah mengetahui ternyata kak mayu menjadi guru bahasa Indonesia di sana. wah teryata bahasa Indonesia dipelajari disana...
kak aku mau tahu banyak tentang jepang.. dan ada banyak hal yang ingin aku tanyakan ke kak mayu. tolong hubungi aku di Rahmawatiwulan@yahoo.co.id aku tunggu jawaban dari kak mayu

mayu said...

>pelangi
Terima kasih datang ke blogku.

Iya, di Jepang lumayanlah ada orang ingin belajar bahasa Indonesia.

Dan kalau ada pertanyaan, boleh juga kirim ke "Comment" ini.
Dan kalau sempat, aku kirim e-mail nanti.

Pelangi said...

terimakasih banyak kak mayu telah tersedia untuk membantu saya. karena saya yakin saya pasti akan membutuhkan bantuan dari kakak.
kak saya sekarang saya sedang kuliah di jurusan hubungan internasional dan saya sangat interest dengan jepang terutama tentang budayanya dan isu-isu terbaru yang melingkupi jepang...
saya melihat meskipun ditengah kepung-an berbagai budaya, tetapi jepang tetap eksis untuk mempertahankan kebudayaannya, bahkan gaya harajuku kini juga mewabah dan diminati hampir diseluruh dunia...
sungguh luar biasa...

Shinta Murdiana said...

Mbak Mayu,
Hajimemashite
watashi wa Shinta desu
Dozo yoroshiku onegai shimasu
mau tanya ya.. mengapa Mbak tertarik untuk mempelajari Bahasa Indonesia?
2 tahun lalu, saya pernah bekerja di perusahaan Jepang dan sempat belajar bahasa Jepang sedikit dengan sacho saya, termasuk baca tulis hiragana, katakana dan kanji.. tp sekarang sudah lupa..:P dan komentar saya hanya satu.. Nihongo wa muzukashi desu ne :(..
Terima kasih atas kesediaan menjawab pertanyaan saya..

mayu said...

Shinta,
terima kasih datang blogku.

Saya mulai belajar bhs Indonesia karena tertarik kebudayaan Indonesia dan mau berkomunikasi sama orang Indonesia dalam bhs Indonesia.

Dan, sudah lebih 10tahun aku belajar bahasanya, dan yang bisa aku mengatakan adalah bahasa Indonesia juga sulit sekali bagi orang asing. Semakin mempelajari semakin sukar loh, Shinta. Barangkali sama bahasa Jepang ya.