Wednesday, November 17, 2010

Main ke Kamakura

Pada akhir minggu kemarin (13 Nov), ada satu pertemuan, untuk itu kami(aku, suami dan bayi) datang ke Kamakura, kanagawa. Pertemuan tersebut adalah makan-makan bersama mantan teman sekursus bahasa Indonesia(tentang kursus ini, tolong dibaca catatan pada 10 Maret 2006).
Suamiku tidak ikut kursus itu, tapi mereka mengajak suami dan bayiku ikut makan-makan bersama.

Setelah makan siang, salah satu teman yang tinggal di Kamakura mengajak jalan-jalan. Dia mengantarkan kami ke sebuah kuil. Kuil itu "joei ji"(常永寺).

Di dalam kuil itu ada kuil buddha dan Kuil Shinto.

Ini bangunan kuil Buddha, Joeiji.


Ini bangunan Shinto, ini kecil sekali dibandingkan kuil Buddha.


Dua agama berada di satu tempat ini karena adanya perpaduan Shinto dengan Buddha(syncretization of Shinto with Buddhism dari zaman dahulu kala di Jepang. Kuil seperti ini yang terkenal bagi orang asing adalah Sensoji (浅草寺) di Asakusa,Tokyo.
Di sana juga, di tanah kuil Sensouji, ada pula kuil Asakusa jinja(浅草神社).

Selain kuil ini, di Kamakura, banyak sekali kuilnya. Dan tempat wisata yang terkenal adalah Kamakura Daibutsu(Patung Budha Besar) di Kuil Kotokuin(高徳院). Presiden Obama juga kemarin berkunjung ke sana untuk berzialah Daibutsu dan menikmati es krem teh hijau sambil mengikuti kenangan masa Kecil.

Friday, November 12, 2010

Pesta Pernikahan adikku dan Reuni Kecilku

Pada akhir minggu yang lalu, adik laki-lakiku menikah. Oleh karena itu, aku, suami dan bayiku mudik kampung untuk menghadiri acara dan pesta pernikahannya.

Famili-famili pun berkumpul banyak. Aku bertemu kembali banyak saudara sepupu hampir 20 tahun setelah pertemuan terakhir. Wajahnya berbeda sama wajahnya waktu kecil. Susah deh mengenali mereka.

Pengantin wanitanya cantik sekali, gaun pengantin juga cantik-cantik (dia pakai yang putih dan pink). Adikku juga kelihatan ganteng dan selalu tersenyum dalam peseta padahal biasanya kurang ramah.

Habis pesta pernikahan, mereka melapor pernikahan (menyerahkan surat perkawinan) ke wali kota dan langsung terbang ke Hawaii buat honey moon.

Aku, hari berikutnya pulang ke rumah sendiri. Sebelum pulang ke rumah, aku mampir ke Osaka untuk ketemu teman lama.
Aku membawa bayi, dia pun punya anak 1 tahun. Jadi, kami ketemuan di Karaoke box.

Di karaoke box, kita bisa memesan makanan, dan makanannya enak juga, tidak kalah restoran2 biasa. Jadi, konon, kalau ibu2 yang punya anak kecil mau berkumpul dan makan bersama, mereka sengaja memilih karaoke box. kan, kalau di kamar karaoke box, kalaupun anak dan bayi berisik sekali, kita tidak usah peduli pada sekitarnya.

Aku dan temanku makan siang di sana dan mengobrol macam2 hal, terutama tentang anak kami, kebetulan anakku dan anak keduanya temanku akan naik sekolah pada tahun yang sama.
Waktunya cepat berlalu, Hanya 1.5 jam saja, kami bisa mengobrol karena dia harus jemput anak pertama ke TK. Tetapi kami sangat senang dan puas bisa ketemu kembali dan mengobrol. Kami tinggal jauh tapi berjanji mencari kesempatan seperti ini lain kali lagi.

Wednesday, November 03, 2010

Sepatu Pertama buat Bayiku

bayiku sekarang sepuluh bulan.
Sejak sembilan bulan, dia sudah mulai berjalan kaki. Awalnya hanya satu, dua langka, tapi sekarang bisa jalan lama tanpa jatuh.

jadi kemarin kami membelikan sepatu pertama.



kemudian, kemarin, cuacanya baik, aku dan bayiku main ke taman. Lalu dia baru mencoba berjalan dengan memakai sepatu.

Ternyata, dia tidak bisa bergerak.... kayaknya sih kakinya terasa aneh. hanya berdiri terus lalu duduk. Aku coba memegang tangannya bayi dan menariknya sedikit demi sedikit biar kakinya bisa ke depan. Tapi dia tidak bisa jalan dengan baik.

Iya, udah deh. Ibu nunggu bayi bisa berjalan baik dengan sepatu. Tidak usah cepat2.
Kan masih dia sepuluh bulan. kata orang, biasanya bayi mulai berjalan lewat hari ulang tahun pertama.

Sunday, October 31, 2010

Belajar bahasa Spanyol

Kemarin aku tiba-tiba ingin mulai belajar bahasa Spanyol waktu tidak sengaja menonton acara kursus bahasa Eropa.
Jangan tanya kenapa bahasa Spanyol. Aku juga masih bingun untuk menjawabnya...

Aku coba belajar sendiri bahasa Spanyol dengan program TV dan radio yang siaran NHK.
kalau di TV ada acara program bahasa Spanyol sekali seminggu, kalau Radio, dari Senin sampai Jumat setiap hari disiarkan. Acaranya 15 menit setiap kali.



Belum tahu juga sampai kapan minatku pada bahasa Spanyol bisa tahan...
Pokoknya coba aja deh.

kosakata yang kupelajari hari ini

Buenos días (selamat pagi)
Buenas tardes (selamat siang)
Buenas noches (selamat malam)

¿Es usted japonesa? (Anda orang Jepang?)
Sí, yo soy japonesa. (Ya, saya orang Jepang.)

Saturday, August 28, 2010

Yoga

Baru-baru ini, aku mulai ikut kursus yoga.

Di kursus ini peserta boleh membawa anaknya sendiri, yakni yoga untuk ibu-ibu yang punya anak kecil.

Di sana tidak ada tempat penitipan anak. Jadi selama kami beryoga, anak-anak duduk sebelah kami saja. Kalau duduk-duduk terus, anaknya pasti cepat bosan, jadi ada mainan2 buat anak juga. Mereka bisa main dengannya. Tapi, kalau bayi suka rewel. kalau begitu nanggis, ibunya menggendong sebentar atau ada pula ibu yang menyusui sambil beryoga.

Pesertanya hanya tiga, empat orang, jadi walaupun setiap orang membawa anak, tidak begitu ramai.
Kursus ini aku diajak teman yang saya kenal di kursus maternity yoga di bidan.
Waktu ikut maternity yoga, karena buat ibu hamil, pose-posenya tidak begitu sulit, kayak stretching. Tapi yoga kali ini yoga benaran. Jadi posenya susah juga. Tapi kayaknya aku jadi suka, lebih asyik dari maternity yoga.

Waktu maternity yoga, aku tidak punya yoga mat(tikar yoga), aku pakai handuk besar sebagai penggantinya. Tapi kali ini hanya dua kali ikut, aku udah pesan mat di Amazon.

Ternyata yoga bikin aku rileks banget. Sakit otok gara-gara beryoga pun enak di badan. Kursus ini diadakan dua-tiga kali sebulan. Aku selalu menanti harinya yang ikut kursus ini.

Monday, June 07, 2010

Impian Ayah

Tahun ini, tim kami, Bellmare bisa naik kembali ke J1. Setelah turun J2, sudah lewat 11 tahun... Tetapi, akhirnya bisa kembali lagi tahun ini. Hore~~, terima kasih semua!

Lalu, dengan semangat, kami bertiga pergi menonton pertandingan pada 5 Mei.

Kalau bayiku, kali ini pertama kali menonton langsung pertandingan bola walaupun sudah sering kali menonton (mendengar?) dalam kandunganku.

Nah, tiba di stadion, suasananya ramai sekali. Di depan pintu masuk, antreannya panjang sekali. Beda sekali kalau naik J1. Penonton juga kembali lagi deh.

Hari itu panas sekali. Walaupun masih awal Mei, hawanya sudah kayak musim panas. Bayiku sepertinya sudah capek sebelum mulai pertandingan. Apalagi di tempat duduk sinar mataharinya terik sekali. Kami bergantian menggendong bayi dan ke belakang yang teduh selama pertandingan.



Kami tidak bisa menonton dengan santai dan konsentrasi daripada kami dibayangkan seblumnya gara-gara panasnya. kalau sejuk, bayiku bisa tenang.
Aku melewatkan goalnya Bellmare karena lagi menggendong bayi yang rewel di belakang.

Walaupun begitu, kami cukup puas (kalau bayiku tidak enak kali ya jauh-jauh dibawa ke tempat panas dan ramai).


Waktu pulang, di dalam kereta bayiku sudah capek ketiduran.


Setelah pertandingan, suami membelikan bayiku bola buat kenangan hari ini.

kalau ayah yang pecinta bola, siapa pun pasti punya impian menjadikan anaknya pemain bola. Dia pun tak terkecuali.

Setelah belikan bola, dia muali latihan sama bayi hampir setiap hari. Bayiku waktu itu masih empat bulan, belum berdiri, belum duduk pula. Tetapi dia kasih bola sama bayi berbaring dan senang melihatnya sambil berkata, " Hebat! bisa menendang, bisa lifting!! Nanti bisa jadi pemain timnas Jepang deh!"



Dari mataku kebetulan saja... Suamiku sudah oyabaka total deh.

*oyabaka (親ばか): orang tua yang menggemaskan sekali anaknya dan memuji-muji anak sendiri

Sunday, May 30, 2010

Titik Pertemuan dengan Masyarakat

Bayiku sudah lima bulan.
Sejak dia dua bulan, aku kadang-kadang jalan-jalan membawanya dalam dorongan atau digendong di depan. Waktu jalan-jalan, aku sering disapa orang yang tak kenal.

"Wah, bayinya lucu ya. Berapa bulan sekarang?"

Kebanyakan menyapa begitu deh.

"Dua bulan, Bu."
"Oh, begitu ya. Lucu yaa."

Biasanya percakapannya itu saja. Kadang ditanya lagi laki-laki atau perempuan. Tetapi percakapannya singkat sekali. Setelah bertanya satu dua, mereka puas dan berjalan lagi.

Orang yang menyapa kebanyakan ibu-ibu, nenek-nenek dan juga ibu mudah yang membawa bayi sepertiku.

Waktu menunggu lift, ngantre di kasir atau di jalan, benar-benar sering disapa. Lagipula sekarang bayiku mudah senyum dan ramah tamah sama orang lain, kalau disapa dia langsung senyum, orang yang menyapa pun senang sekali.

Ada pengalaman berkesan di kereta beberapa bulan yang lalu.

Waktu bayiku jadi baru tiga bulan, aku dan suamiku pertama kali naik kereta membawa bayi ke Yokohama. Habis jalan-jalan di Yokohama, waktunya sudah agak sore, kereta yang menuju ke arah rumahku penuh sekali seperti biasa.

kami tidak bisa duduk. Suami menggendong bayi di depan dan aku membawa tas besar dan dorongan yang dilipat. Kebetulan sebelah kami pun suami-istri yang membawa bayi. Bayinya digendong suami.

Wajah bayinya dekat sama kami. kami meliriknya dan bisik dia berapa bulan ya... Beberapa menit kemudian, istri sebelah kami tiba-tiba bertanya sama kami.

"Bayinya berapa bulan sekarang?" Kayaknya mereka juga berminat sama bayiku.

Dari satu pertanyaan itu, kita mengobrol sampai turun kereta. Waktunya kira-kira 20 menit!

Di Jepang, di dalam kendaraan umum, biasanya orang tidak ajak bicara orang yang tak kenal. Kalau orang yang pernah tinggal di Jepang, pasti setuju pendapatku.

Memang kadang-kadang ditanya sesuatu, tapi topiknya bukan hal pribadi, misalnya apakah kereta ini ke Tokyo? dan pertanyaan itu tidak mungkin berkembang sampai percakapan pribadi.


Jadi, pengalaman ini benar-benar jarang loh. Kami tidak berani ajak bicara, tapi karena mereka menyapa, kita menikmati waktu di dalam kereta penuh. kami senang sekali bisa mengobrol sama mereka. Ini pengalaman hangat buat kami.

Setelah aku melahirkan, masyarakat mendekati aku dan keluargaku.

Sebelumnya, karena pindah rumah, tidak ada kenalan dan teman-teman di dekat, aku terasa sendirian. Hampir tidak ada kesempatan bercakap orang lain di luar rumah.

Tetapi, sekarang, kalau jalan-jalan sama bayi, banyak orang menyapaku. Bayi itu jadi permulaan percakapan kecil.

Hanya disapa orang lain, aku senang merasa baru diakui anggata komunitas.
Sebelumnya, aku merasa keberadaanku tidak diperhatikan walaupun aku tinggal di situ.

Selain aku, ibu yang lagi mengurus bayi itu pasti merasa sendirian. Karena mereka berhenti bekerja atau ambil cuti dan selalu ada di rumah, hubungan dengan masyarakat hampir tidak ada. Jadi, mungkin ada banayk ibu-ibu yang ingin berkomunikasi walaupun hanya singkat dan walaupun sama orang tak kenal.
Mulai sekarang aku juga coba ajak bicara deh kalau melihat ibu bersama bayi.

Monday, January 25, 2010

Anggota Keluarga Baru

Pada 14 Desember tahun yang lalu, aku melahirkan anak laki-laki.

Sekarang, setiap hari sibuk mengurus bayi. Jadi tidak ada waktu menulis blog ini.
Tapi, komentar-komentar yang kuterima selama ini aku baca semua walaupun tidak bisa dibalasnya. Terima kasih banyak.

Kalau nanti sempat, aku nulis lagi ya.