Monday, June 07, 2010

Impian Ayah

Tahun ini, tim kami, Bellmare bisa naik kembali ke J1. Setelah turun J2, sudah lewat 11 tahun... Tetapi, akhirnya bisa kembali lagi tahun ini. Hore~~, terima kasih semua!

Lalu, dengan semangat, kami bertiga pergi menonton pertandingan pada 5 Mei.

Kalau bayiku, kali ini pertama kali menonton langsung pertandingan bola walaupun sudah sering kali menonton (mendengar?) dalam kandunganku.

Nah, tiba di stadion, suasananya ramai sekali. Di depan pintu masuk, antreannya panjang sekali. Beda sekali kalau naik J1. Penonton juga kembali lagi deh.

Hari itu panas sekali. Walaupun masih awal Mei, hawanya sudah kayak musim panas. Bayiku sepertinya sudah capek sebelum mulai pertandingan. Apalagi di tempat duduk sinar mataharinya terik sekali. Kami bergantian menggendong bayi dan ke belakang yang teduh selama pertandingan.



Kami tidak bisa menonton dengan santai dan konsentrasi daripada kami dibayangkan seblumnya gara-gara panasnya. kalau sejuk, bayiku bisa tenang.
Aku melewatkan goalnya Bellmare karena lagi menggendong bayi yang rewel di belakang.

Walaupun begitu, kami cukup puas (kalau bayiku tidak enak kali ya jauh-jauh dibawa ke tempat panas dan ramai).


Waktu pulang, di dalam kereta bayiku sudah capek ketiduran.


Setelah pertandingan, suami membelikan bayiku bola buat kenangan hari ini.

kalau ayah yang pecinta bola, siapa pun pasti punya impian menjadikan anaknya pemain bola. Dia pun tak terkecuali.

Setelah belikan bola, dia muali latihan sama bayi hampir setiap hari. Bayiku waktu itu masih empat bulan, belum berdiri, belum duduk pula. Tetapi dia kasih bola sama bayi berbaring dan senang melihatnya sambil berkata, " Hebat! bisa menendang, bisa lifting!! Nanti bisa jadi pemain timnas Jepang deh!"



Dari mataku kebetulan saja... Suamiku sudah oyabaka total deh.

*oyabaka (親ばか): orang tua yang menggemaskan sekali anaknya dan memuji-muji anak sendiri