Sunday, October 21, 2012

Lanjutan "Bumi Manusia"



Kehamilanku sudah masuk minggu ke-36 dari kemarin. Sampai hari perkiraan lahir tinggal 4 minggu lagi.
Pekerjaanku sudah selesai minggu kemarin dan ambil cuti melahirkan dari minggu ini.

Selama ini (Selama aku tidak menulis blog ini), aku akhirnya membaca buku seri "Bumi Manusia."
Ceritanya betul-betul pamjang sekali... tetapi sangat menarik juga. Saya senang bisa selesai membaca semuanya.
Fotonya  "Rumah Kaca"  (buku keempat ) dalam bahasa Jepang.

Saturday, August 11, 2012

Refresh Day

Sabtu kemarin pagi, seperti biasa aku menyiapkan bahan pelajaran untuk kursus bahasa Indonesia minggu depan.  Lalu setelah makan siang, aku ke Kamakura. Hari itu aku janji ketemu sama teman.

Teman dan aku jalan-jalan(hiking) di salah satu hiking course di Kamakura.  Di Kamakura ada beberapa hiking course, misalnya jalur Ten-en(6km), jalur Daibutsu/kuzuharagaoka(4.5km), dan Jalur Gionyama(3.8km).

peta jalur
http://homepage3.nifty.com/kamakurakikou/bmapE.html. (bahasa Inggris)

Karena kehamilanku sudah masuk ke-25 minggu (ke-7 bulan), kami memilih jalur paling pendek, yaitu jalur Gionyama. jalur ini untuk pertama kali bagi kami.  Jalur ini memang pendek, tetapi ternyata cukup banyak naik dan turunnya.kami cukup berkeringat.

Setelah turun dari gunung rendah tersebut, kami minum teh di sebuah kafe.  karena pertemuan kali ini baru terwujud setelah 6 bulan, kami mengobrol banyak.

Pada sore, aku pulang ke rumah. Di rumah suamiku sedang membuat bekal makanan sambil mengurus anak. Nanti malam ada kembang api di pantai dekat rumah. Jadi dia yang menyiapkan bekal untuk itu.

Sebelum jam 7 malam kami berangkat ke pantai.  Di pantai sudah banyak orang duduk-duduk dan makan-makan sambil menunggu mulainya kembang api.  Kami pun memasang tikar dan makan bekalnya sambil menunggu kembang api.

Jam 7.30, kembang api pun mulai.  Aku agak khawatir anakku takut bunyinya kembang api. Ternyata dia mula-mula agak takut tapi akhirnya menikmati juga. (sebelahnya ada anak-anak kecil yang menanggis melulu selama kembang api dan orang tuanya akhirnya tidak jadi menonton dan pulang,,,, kasihan.)

Hari itu sangat menyenangkan dan menyegarkanku  Aku bisa lepas dari urusan rumah tangga dan anak. Terima kasih banyak, suamiku.








Saturday, August 04, 2012

Bantal Guling

Hari Minggu kemarin, aku menjahit sarung bantal dan sarung guling baru. Waktu aku memasang sarung di bantal, suamiku bertanya. "Di Indonesia, semua orang pakai guling? Satu orang punya satu guling, ya?"

Aku juga kurang tahu tapi begitu kali, ya. Anak-anak pun pakai guling.  Bayi juga dikasih guling kecil walaupun belum bisa memakainya.

Terus dia bertanya lagi. "Suami-istri juga pakai guling masing-masing di satu tempat tidur?"

Tidak tahu deh, aku.  Tapi pernah melihat adegan film yang di atas tempat tidur suami-istri ada guling, tapi lupa jumlahnya.  Aku menjawab begitu.

kalau di Jepang, tidak ada kebiasaan memakai guling. Jadi aku saja memakai guling pada musim panas. bagaimana di Indonesia?

Ada yang bisa bantu?

Saturday, July 28, 2012

Kamu Suka Wangi Pandan?

Suatu hari salah seorang sahabatku bertanya apakah orang Indonesia suka wangi pandan?

Dia sekarang bekerja sebagai koki di sebuah kafe Asia, khusunya menyediakan masakan dan kue Malaysia. Di sana Pandan dipakai dalam masakan dan kuenya. Tapi katanya dia tidak begitu suka wangi pandan lalu dia curiga benar-benar orang Malaysia suka wangi itu. Di sekitar dia tidak ada orang Malaysia(di kafe stafnya hanya dua, dia dan pemilik cafe, orang Jepang), dan dia teringat aku yang pernah tinggal di Indonesia dan bertanya begitu seperti di atas.

Tentu mungkin orang Malaysia dan orang Indonesia cita rasanya tidak sama, tapi sebagai bangsa yang tinggal di budaya memakai pandan, barangkali ada sesuatu yang bisa membantu temanku.
Aku menjawab "Iya" atas pertanyaan dari temanku.

Menurutku, orang Indonesia suka pandan. Kan, di toko2 terlihat banyak kue dan roti yang berwarna hijau (yang hijau itu dipakai pandan kan?) Ada juga Bika Ambon Pandan! Di Bali pun aku pernah sarapan pancake pandan di losmen. Ini pertama kali bagiku makan makanan yg dipakai pandan, jadi aku agak kaget warnanya dan sayangnya wangi tidak tercium.... Iyaa, sebenarya aku tidak begitu mencium wangi dan rasa pandan, Jadi kalau warnanya hijau, baru tau makanan ini pakai pandan dan terasa wangi sedikit....

Bagaimana kalau orang Indonesia suka wangi pandan? sebelum itu, orang Indonesia bisa mengendus wangi pandan ya? Pasti bisa ya.

Saturday, July 21, 2012

Kehidupan Ibu Hamil

Aku lagi hamil anak kedua. Kehidupan ibu hamil kali ini sangat berbeda dengan yang pertama. Waktu kehamilan pertama, aku selalu memperhatikan kandungan, menghitung minggu-minggu dan membaca banyak buku tentang kehamilan dan panduan mengurus bayi. Aku menikmati pengalaman baru dengan penuh semangat.


Tetapi, kali ini, aku sering lupa bahwa aku lagi hamil dan jarang menghitung minggu kehamilan (sekarang juga aku tidak bisa menjawab segera minggunya berapa....) , jarang membaca buku kehamilan. Perbedaan ini disebabkan keberadaan anak pertama. Aku sekarang selalu bersama anakku kecuali waktu bekerja. Karenanya perhatianku selalu menuju ke anak.


 Seperti untuk menunjukkan keberadaannya, perutku semakin buncit dan dia sering menendang dalam perutku. Iya, iya, aku tidak lupa kamu. Jangan khawatir. Aku dan ayahmu menunggu kelahiranmu dengan penuh kasih dan harapan.


 Hari perkiraan lahir adalah pertengahan November. Empat bulan lagi. Pasti sisa hari-hari kehamilan juga cepat berlalu kali.

Monday, July 16, 2012

"Bumi Manusia"

Buku yang berjudul "Bumi Manusia" pernah aku ketemu beberapa kali selama ini.

Pertama kali, di lemari buku di ruang penelitian antropologi budaya di kampus , di mana aku mempelajari budaya Bali hampir dua puluh tahun yang lalu. Buku itu terjemahan bahasa Jepang. Tema karyanya terlalu berat bagiku waktu itu, karenanya walaupun aku tahu karya itu sangat terkenal dan penting dalam sejarah sastra Indonesia, aku tidak berminat sampai membacanya.

Lalu, kira-kira sepuluh tahun lewat..

Pertemuan kedua adalah di pameran buku di kampus UI. Waktu itu aku belajar bahasa Indonesia di BIPA UI. Sebenarnya aku suka membaca, jadi kalau ada pameran buku, aku selalu mengcek buku-buku di sana. Kemudian, aku ketemu lagi "Bumi Manusia" dalam bahasa Indonesia. Aku langsung membelinya, tapi bertahun-tahun tidak sempat dibaca...

 Lalu, sekarang pertemuan ketiga. Waktu aku mengajar bahasa Indonesia di suatu kursus. Aku membacakan salah satu contoh kalimat dalam buku pelajaran. "Buku yang berjudul "Bumi Manusia"ini adalah salah satu hasil karya Pramoedya." dan menjelaskan karya dan penulisnya. Salah satu murid berminat pada buku itu dan beberapa minggu kemudian bilang kepadaku "Saya sudah baca "Bumi Manusia".Ceritanya sangat menarik!" Aku pun mulai berminat pada bukunya. Aku cari buku di perpus dan ternyata ketemu di perpus kotaku.

Sekarang aku sudah selesai baca "Bumi Manusia". Benar sangat menarik. Lalu aku sedang membaca "Anak semua bangsa"-lanjutan "Bumi Manusia". Di Jepang, Seri "Bumi manusia" sampai "Rumah Kaca" sudah diterjemahkan ke bahasa Jepang. Aku akan membaca semua buku (tentu yang terjemahan) kalaupun makan waktu lama.

Maaf, Bapak Pramoedya, kenapa aku tidak membaca karya Bapak walaupun kesempatannya ada beberapa kali? Sekarang aku menikmati membaca karya Bapak setelah pertemuan  dua puluh tahun yang lalu.