Saturday, July 28, 2012

Kamu Suka Wangi Pandan?

Suatu hari salah seorang sahabatku bertanya apakah orang Indonesia suka wangi pandan?

Dia sekarang bekerja sebagai koki di sebuah kafe Asia, khusunya menyediakan masakan dan kue Malaysia. Di sana Pandan dipakai dalam masakan dan kuenya. Tapi katanya dia tidak begitu suka wangi pandan lalu dia curiga benar-benar orang Malaysia suka wangi itu. Di sekitar dia tidak ada orang Malaysia(di kafe stafnya hanya dua, dia dan pemilik cafe, orang Jepang), dan dia teringat aku yang pernah tinggal di Indonesia dan bertanya begitu seperti di atas.

Tentu mungkin orang Malaysia dan orang Indonesia cita rasanya tidak sama, tapi sebagai bangsa yang tinggal di budaya memakai pandan, barangkali ada sesuatu yang bisa membantu temanku.
Aku menjawab "Iya" atas pertanyaan dari temanku.

Menurutku, orang Indonesia suka pandan. Kan, di toko2 terlihat banyak kue dan roti yang berwarna hijau (yang hijau itu dipakai pandan kan?) Ada juga Bika Ambon Pandan! Di Bali pun aku pernah sarapan pancake pandan di losmen. Ini pertama kali bagiku makan makanan yg dipakai pandan, jadi aku agak kaget warnanya dan sayangnya wangi tidak tercium.... Iyaa, sebenarya aku tidak begitu mencium wangi dan rasa pandan, Jadi kalau warnanya hijau, baru tau makanan ini pakai pandan dan terasa wangi sedikit....

Bagaimana kalau orang Indonesia suka wangi pandan? sebelum itu, orang Indonesia bisa mengendus wangi pandan ya? Pasti bisa ya.

Saturday, July 21, 2012

Kehidupan Ibu Hamil

Aku lagi hamil anak kedua. Kehidupan ibu hamil kali ini sangat berbeda dengan yang pertama. Waktu kehamilan pertama, aku selalu memperhatikan kandungan, menghitung minggu-minggu dan membaca banyak buku tentang kehamilan dan panduan mengurus bayi. Aku menikmati pengalaman baru dengan penuh semangat.


Tetapi, kali ini, aku sering lupa bahwa aku lagi hamil dan jarang menghitung minggu kehamilan (sekarang juga aku tidak bisa menjawab segera minggunya berapa....) , jarang membaca buku kehamilan. Perbedaan ini disebabkan keberadaan anak pertama. Aku sekarang selalu bersama anakku kecuali waktu bekerja. Karenanya perhatianku selalu menuju ke anak.


 Seperti untuk menunjukkan keberadaannya, perutku semakin buncit dan dia sering menendang dalam perutku. Iya, iya, aku tidak lupa kamu. Jangan khawatir. Aku dan ayahmu menunggu kelahiranmu dengan penuh kasih dan harapan.


 Hari perkiraan lahir adalah pertengahan November. Empat bulan lagi. Pasti sisa hari-hari kehamilan juga cepat berlalu kali.

Monday, July 16, 2012

"Bumi Manusia"

Buku yang berjudul "Bumi Manusia" pernah aku ketemu beberapa kali selama ini.

Pertama kali, di lemari buku di ruang penelitian antropologi budaya di kampus , di mana aku mempelajari budaya Bali hampir dua puluh tahun yang lalu. Buku itu terjemahan bahasa Jepang. Tema karyanya terlalu berat bagiku waktu itu, karenanya walaupun aku tahu karya itu sangat terkenal dan penting dalam sejarah sastra Indonesia, aku tidak berminat sampai membacanya.

Lalu, kira-kira sepuluh tahun lewat..

Pertemuan kedua adalah di pameran buku di kampus UI. Waktu itu aku belajar bahasa Indonesia di BIPA UI. Sebenarnya aku suka membaca, jadi kalau ada pameran buku, aku selalu mengcek buku-buku di sana. Kemudian, aku ketemu lagi "Bumi Manusia" dalam bahasa Indonesia. Aku langsung membelinya, tapi bertahun-tahun tidak sempat dibaca...

 Lalu, sekarang pertemuan ketiga. Waktu aku mengajar bahasa Indonesia di suatu kursus. Aku membacakan salah satu contoh kalimat dalam buku pelajaran. "Buku yang berjudul "Bumi Manusia"ini adalah salah satu hasil karya Pramoedya." dan menjelaskan karya dan penulisnya. Salah satu murid berminat pada buku itu dan beberapa minggu kemudian bilang kepadaku "Saya sudah baca "Bumi Manusia".Ceritanya sangat menarik!" Aku pun mulai berminat pada bukunya. Aku cari buku di perpus dan ternyata ketemu di perpus kotaku.

Sekarang aku sudah selesai baca "Bumi Manusia". Benar sangat menarik. Lalu aku sedang membaca "Anak semua bangsa"-lanjutan "Bumi Manusia". Di Jepang, Seri "Bumi manusia" sampai "Rumah Kaca" sudah diterjemahkan ke bahasa Jepang. Aku akan membaca semua buku (tentu yang terjemahan) kalaupun makan waktu lama.

Maaf, Bapak Pramoedya, kenapa aku tidak membaca karya Bapak walaupun kesempatannya ada beberapa kali? Sekarang aku menikmati membaca karya Bapak setelah pertemuan  dua puluh tahun yang lalu.