Saturday, August 11, 2012

Refresh Day

Sabtu kemarin pagi, seperti biasa aku menyiapkan bahan pelajaran untuk kursus bahasa Indonesia minggu depan.  Lalu setelah makan siang, aku ke Kamakura. Hari itu aku janji ketemu sama teman.

Teman dan aku jalan-jalan(hiking) di salah satu hiking course di Kamakura.  Di Kamakura ada beberapa hiking course, misalnya jalur Ten-en(6km), jalur Daibutsu/kuzuharagaoka(4.5km), dan Jalur Gionyama(3.8km).

peta jalur
http://homepage3.nifty.com/kamakurakikou/bmapE.html. (bahasa Inggris)

Karena kehamilanku sudah masuk ke-25 minggu (ke-7 bulan), kami memilih jalur paling pendek, yaitu jalur Gionyama. jalur ini untuk pertama kali bagi kami.  Jalur ini memang pendek, tetapi ternyata cukup banyak naik dan turunnya.kami cukup berkeringat.

Setelah turun dari gunung rendah tersebut, kami minum teh di sebuah kafe.  karena pertemuan kali ini baru terwujud setelah 6 bulan, kami mengobrol banyak.

Pada sore, aku pulang ke rumah. Di rumah suamiku sedang membuat bekal makanan sambil mengurus anak. Nanti malam ada kembang api di pantai dekat rumah. Jadi dia yang menyiapkan bekal untuk itu.

Sebelum jam 7 malam kami berangkat ke pantai.  Di pantai sudah banyak orang duduk-duduk dan makan-makan sambil menunggu mulainya kembang api.  Kami pun memasang tikar dan makan bekalnya sambil menunggu kembang api.

Jam 7.30, kembang api pun mulai.  Aku agak khawatir anakku takut bunyinya kembang api. Ternyata dia mula-mula agak takut tapi akhirnya menikmati juga. (sebelahnya ada anak-anak kecil yang menanggis melulu selama kembang api dan orang tuanya akhirnya tidak jadi menonton dan pulang,,,, kasihan.)

Hari itu sangat menyenangkan dan menyegarkanku  Aku bisa lepas dari urusan rumah tangga dan anak. Terima kasih banyak, suamiku.








Saturday, August 04, 2012

Bantal Guling

Hari Minggu kemarin, aku menjahit sarung bantal dan sarung guling baru. Waktu aku memasang sarung di bantal, suamiku bertanya. "Di Indonesia, semua orang pakai guling? Satu orang punya satu guling, ya?"

Aku juga kurang tahu tapi begitu kali, ya. Anak-anak pun pakai guling.  Bayi juga dikasih guling kecil walaupun belum bisa memakainya.

Terus dia bertanya lagi. "Suami-istri juga pakai guling masing-masing di satu tempat tidur?"

Tidak tahu deh, aku.  Tapi pernah melihat adegan film yang di atas tempat tidur suami-istri ada guling, tapi lupa jumlahnya.  Aku menjawab begitu.

kalau di Jepang, tidak ada kebiasaan memakai guling. Jadi aku saja memakai guling pada musim panas. bagaimana di Indonesia?

Ada yang bisa bantu?